Gairah Sang CEO Muda
"Cincin yang kalian pakai bukan sekadar perhiasan, itu adalah bukti bahwa kalian adalah tim yang kuat. Bunda di sini bukan hanya untuk melihat pesta pertunangan kalian, tapi untuk memastikan kalian tahu bahwa kalian punya rumah untuk pulang."
Daniel menatap Alya, lalu menatap Bunda Laura melalui spion tengah. "Terima kasih, Bunda. Kami sudah menyiapkan kamar terbaik untuk Bunda di rumah. Dan sesuai janji saya, malam ini saya yang akan memasak."
"Ah, benar! Pasta dengan saus rahasia itu?" tagih Bunda Laura sambil terkekeh.
"Tentu, Bunda. Eksklusif hanya untuk calon ibu mertua saya," jawab Daniel mantap, diiringi rona merah di pipi Alya yang tampak sangat bahagia.