Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Yang saling salip sana salip sini. Dalam perjalanan menuju ke Restaurant “Maharani Putri” cabang dua kota Kumbang, Eguh menyempatkan diri untuk menghubungi teman kost lainnya di grup W* kosan. Supaya teman kost lainnya bisa menyusul dan ikutan gabung dengan mereka bertiga di Restaurant “Maharani Putri” cabang dua kota Kumbang. Dan tak lupa Eguh mengabari manajer Restaurant “Maharani Putri” cabang dua kota Kumbang, untuk menyiapkan tempat bagi dia dan teman kostnya di Rooftop restoran.
96.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Hati Biru Affa

Hati Biru Affa

Aku membalas pelukan itu. “Ayo,” ucapku seraya melepaskan pelukanku, yang diikuti oleh Mutia. Wanita yang menjadi pacarku itu naik di kursi belakang motorku, sementara aku mengambil kursi depan. “Serius, kamu ngajak ke sini!?” Mutia tampak takjub kala kami tiba. Thamrin Restaurant, salah satu restoran ternama di ibukota negeri ini. Restoran dengan berbagai macam menu dan sajian, yang kualitasnya tidak diragukan. Tentunya, harus siap merogoh kocek sekurangnya 800 ribu untuk makan per-orang. Untuk pelayanan prima, kualitas makanan, dan tempat yang diberikan, harga itu sangatlah bisa diterima.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Dendam Putri Yang Terbuang

Dendam Putri Yang Terbuang

“Kau dipecat. Dan itu adalah hadiah pernikahan untuk istriku.” “Apa?!” Adrian membelalak matanya. “Ma-maksud Tuan apa?” tanya Adrian tak mengerti. Kenapa tiba-tiba pimpinan perusahaan pusat itu mengatakan hal tersebut. “Istriku sangat membencimu dan kebetulan kau juga membuatku kesal, jadi anggap saja ini sebagai hadiah untuk istriku,” jawab Duke, meski tak dimengerti oleh Adrian. Adrian memang bekerja sebagai direktur di anak cabang Star Entertainment. Lebih tepatnya perusahaan dengan nama Star yang mengatur tentang investasi di seluruh penjuru negeri. Perusahaan yang juga berada dibawah naungan Aslan Kim family.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Putri Pemberontak

Putri Pemberontak

Sudut pandang Bella. Aku adalah putri dari Keluarga Mahardika. Ayahku menguasai setengah dunia mafia kota ini. Peluru dan pertumpahan darah adalah senjata bisnis dan kekuatan yang membuat semua orang takluk padanya. Dan aku seharusnya hidup dalam kemewahan dan hak istimewa tanpa pernah merasakan rasa khawatir. Namun, pada ulang tahunku yang kedua belas, semuanya berubah.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua untuk Saling Menemukan

Kesempatan Kedua untuk Saling Menemukan

“Kalian berdua sudah makan?” “Belum Kak,” jawab Aisyah serentak dengan Putri. “Haha, semangat banget. Pasti lapar banget ya?” “Iya Kak,” jawab Putri, terkekeh mendengar tebakan benar Rumi. “Di meja ada makanan. Tadi Kak Rumi sempat singgah beli, untuk adik-adik tercantik.” “Terima kasih Kak Rumi yang cantik dan baik hati,” gombal Putri. “Jago banget gombalnya,” jawab Rumi sambil tertawa.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikahi Pria Cacat

Dipaksa Menikahi Pria Cacat

tanya Lusi. “Eh iya, habisnya aku bingung mau beli apalagi. Mbak Lusi saja belum ambil apa pun,” jawab Putri memandang keranjang Lusi yang masih kosong. “Aku jarang belanja sih. Ya sudah, kita lanjut makan yuk. Kamu ada tempat makan yang ingin kamu kunjungi gak?” tawar Lusi. “Sebenarnya aku kangen banget sama bakso di warung dekat sekolahku dulu. Kita ke sana yuk, Mbak,” ajak Putri antusias.
9.5133.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Putri Bunga Bangkai

Putri Bunga Bangkai

Beruntung rumah sederhana itu selesai didirikan sebelum malam tiba. Kini Adolf dibantu ibunya memanggang hewan buruannya sebagai santapan makan malam mereka. "Maaf, Tuan Putri, kami tidak bisa memberikan hidangan mewah seperti yang selalu tersaji di istana," kata Miya meminta maaf.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Putri makan rendang suapan terakhir, menyeka mulut baru berdiri. "Aku adalah dokter, biar aku periksa!" Putri jalan ke sana sambil bicara. "Kamu adalah dokter?" Pemilik warung itu melihat Putri yang hanya gadis berusia dua puluhan, jika dibilang dokter dia tidak terlalu percaya, jika bilang perawat cukup cocok. Ketiga pelanggan itu juga berpikir demikian. "Gadis kecil, kamu masih begitu muda, memangnya apa yang kamu bisa?"
9656.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.7K kali sebagai rumah makan putri bungsu
Tampilkan Ulasan (82)
Baca
+Pustaka
Skyy
Mohon maaf, untuk masalah koin, saya tidak tahu menahu soal itu. Karena untuk perhitungan koin, itu sudah peraturan dari sistem aplikasinya, ya^^ Jadi, saya tidak bisa mengatur harga koinnya, saya mohon maaf sekali lagi, happy reading^^
herlambang
hebat Thor menulis cerita 2bab cuman 6minit dengan koin 14 untuk satu bab kalu 2bab berarti koinnya 28..cuman buat 6 minit ngak ada jaminan kembalian langsung wah hebat yah..kek anying apa..Thor koin ngak sesuai dengan pendeknya cerita..
Baca Semua Ulasan
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

Jaid tidak perlu mendirikan tenda atau memasak terlebih dahulu. Tok tok tok Pintu kereta yang ditumpangi Dalia dan Percy diketuk, "Yang mulia, nona, mohon maaf mengganggu. Ini makan malamnya" ucap Bianca memabwakan wadah yang terbuat dari besi yang membuat sup di dalamnya tetap hangat, juga beberapa potong roti dan daging. "Ah terima kasih Bianca" ucap Dalia megnamit wadah itu, "Apakah sisa makan malamnya cukup untuk yang lain?" tanya Dalia.
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah

Sebelum ke rumah, Rey mengajak Putri untuk mampir sebentar ke sebuah warung makan karena ia belum makan seharian. Warung nasi pinggir jalan menjadi pilihan terbaik. Menu yang tersedia tidak jauh dari makanan khas Sunda. Mereka makan begitu lahap, ditemani lalapan dan sambel. Tak lupa teh panas menjadi penyegar saat rasa pedas mulai mendominasi. "Alhamdulillah, kenyang juga." Rey menepuk perutnya, sementara Putri mencuci tangan pada air yang disediakan di mangkuk.
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 549 kali sebagai rumah makan putri bungsu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status