Kaki Kaki Mungil
Ocehan masih terus berlanjut sepanjang jalan berbatu.
“Ayo masuk.” Dipersilahkan Hanna masuk ke rumah dengan pekarangan yang luas dirimbuni pepohonan. Bambu-bambu mengelilingi rumah menggantikan tugas pagar besi. Rumah itu memang tidak cukup besar akan tetapi sepertinya siapapun yang datang kerumah ini pasti betah berlama-lama duduk diam di teras beratap kayu unik. “Lhooo…malah diam disitu. Ayo sini,” panggilnya. Dihentikan decak kagum Hanna pada pekarang sembari mendekati si ibu muda yang sekarang berdiri membawa baki dengan dua gelas teh berasap di teras.
“Terima kasih, Neng Mila.” Annisa menyodorkan gelas teh sesaat setelah Hanna duduk di salah satu kursi. “Eh, Neng Mila, kan?” tanya Han
인기 회차