DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Rania terisak tertahan, mencoba membuang muka, namun ibu jari Sadewa menahan dagunya, memaksanya membalas tatapan predator itu.
"Kamu bisa berlari sekencang apa pun, menghindar sejauh yang kamu mau," lanjut Sadewa dengan kekejaman yang dilafalkan begitu tenang.
"Tapi ingat satu hal. Selama napas dan kebahagiaan Papamu masih bergantung padaku... kamu tidak akan pernah bisa lari ke mana-mana, Sayang. Pelarianmu ini sia-sia."
Lampu berubah hijau.