SABDA CINTA
Sabda menyapa wanita paruh baya itu dengan sopan.
"Diminum dulu," kata Lina sambil menyodorkan kopi pada Ricko.
"Terima kasih, Ma. Ayo, Sabda. Silakan diminum."
"Iya, Om, Tante. Terima kasih."
"Sama-sama. Kamu nggak ada kegiatan lain selain menjadi satpamnya Cinta?" tanya Lina. Dari nada bicaranya, sepertinya Lina tidak menyukai topik pembicaraannya. Apakah Lina tidak menyukai keberadaan Sabda, atau tidak menyukai jika dia menemani Cinta. Entahlah, Sabda tak ingin berpikir yang belum pasti.