Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menuju Matahari

Menuju Matahari

Ia mendarat tepat di titik tengah antara kerumunan para tokoh dengan tempat berdiri Tandapati. Pendatang baru ini seorang pria. Tubuhnya tinggi sekali, hampir dua kali lipat tinggi tubuh Jaladri. Ikat kepala, baju lengan panjang, dan celananya berwarna merah menyala. Yang tak lazim, warna merah pada baju itu berpendaran mirip cahaya lentera, atau nyala api. Mata Tandapati berubah warna sejenak jadi pekat, sebelum kembali ke merah membara seperti semula.
9.526.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 820 kali sebagai sajadah merah
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

Dia lihat pedangnya tidak mempan terhadap tangan dan kepala yang berwarna merah. Maka Arya Soka membuat satu keputusan. Dia memperlihatkan kesan seolah dia takut menghadapi Destawana. Sehingga si kurus ini terus mengejarnya. Kemudian dia seolah-olah salah bergerak malah mendekati Madrawi. Seperti menyerahkan nyawanya sendiri. Pada saat itu Madrawi sudah siap memukul dengan kedua tangannya yang berwarna merah. Barang siapa yang terkena pukulannya maka tubuhnya akan remuk.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 721 kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
Misi Legenda Pedang

Misi Legenda Pedang

Ksatria Merah memukul dada Saka. Brush! Dua orang terpental, Saka mampu menjatuhkan salah satu dari mereka dan dia juga terkena pukulan kuat dari ksatria Merah. Saka terpental dan kuat dan membentur dinding, layar besar di sampingnya ikut hancur. Bruk!
9.929.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
Suami Flash Sale

Suami Flash Sale

Tim taktis segera merapat, menarik tubuh pria yang keluar dari sana. Itu Sakha. Namun, pemandangan di depan mata Meera membuatnya hampir pingsan. Kemeja putih yang tadi dipakai Sakha kini telah berubah menjadi abu-abu kecokelatan, robek di bagian bahu, dan yang paling mengerikan adalah noda merah pekat yang merembes di paha kirinya. Sakha terbatuk hebat, mengeluarkan sisa-sisa debu beton dari paru-parunya.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Sbyaarrsk. Aji 'Bajra Geni Wutah' segera disiapkannya. Seketika kedua tangannya bergetar penuh energi, dan kerisnya pun pancarkan warna merah nyala, dengan kobaran panas api yang menggelora.
9.963.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
Teror Kumara Merah

Teror Kumara Merah

"Makanya, Emak akan kembali membawa doa tolak bala, untukmu, Nak. Tapi, selesaikan dulu ceritamu tentang Kumara Merah itu." "Satu lagi yang baru datang, gadis dengan cahaya merah tua lebih kehitaman, dengan muka rusak, wajah satunya cantik, tapi menatap tajam dan seperti membenci, Min. Dia ingin mencelakakan Min." "Astagfirullaah. Kamu harus hati-hati sama yang itu, Min." "Iya, Mak." "Kalau satu laginya, bagaimana?" "Dia Kumara merah yang keemasan warnanya. Pernah menampakkan diri, seorang gadis Noni Belanda. Dia meminta tolong pada Parmin untuk menelusuri keluarganya."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

Warna merah bertuliskan kebencian, warna biru bertuliskan kenangan, warna kuning bertuliskan dilupakan, dan warna hijau bertulisan harapan. Suara langkah kaki menginterupsi. Jihan menoleh saat menyadari bukan hanya dia yang ada di ruangan ini. Seorang wanita bergaun putih berdiri di sampingnya. Rambut panjang menyentuh paha, kulit pucat yang berseri, dan wajah yang begitu cantik dan bersinar bak dewi. Ya, dia adalah Nyai Damini, dalam wujud yang lain. "Hidup itu pilihan. Kalau kau mau hidup, kau harus memilih. Mana dari ke empat pintu itu yang akan kau pilih, Jihan?" Nyai Damini memulai percakapan.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
Liontin Merah Delima

Liontin Merah Delima

Rasa kesal tergambar jelas melalui suaranya dan hentakannya yang semakin keras. Dahiku berkerut, sinyal menghilang? Hah mustahil! Ada tower sekitar dua kilo meter dari bumi perkemahan ini. Ah, liontin ku bersinar kembali, aku mengerti sekarang. Ini ulah liontin ku, beruntungnya diriku memiliki ini. "Tak apa ah..." Andrew masih meracau, dan tubuhku masih berguncang karena hentakannya. "Aku akan membuatmu terkenal besok. Aku janjih..."
648 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
PURA PURA JADIAN

PURA PURA JADIAN

Apakah aku bisa mengabaikan perasaan lama yang masih terpendam di sudut hatiku, yang rasanya lebih susah dihilangkan daripada noda tinta di baju putih? Saat aku sedang merenung dengan serius, mendengarkan suara burung berkicau di atas kepala (dan suara tembok yang tiba-tiba bersuara dari pikiranku), tiba-tiba muncul sosok yang sudah tidak asing lagi: Reyhan. Dia muncul entah dari mana, seperti superhero yang baru saja turun dari langit. Bedanya, kalau superhero biasanya pakai jubah, Reyhan malah pakai kaos oblong dan topi miring yang entah kenapa selalu membuatnya kelihatan seperti karakter dalam film komedi yang belum selesai syuting.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
Dinodai Kakak Sebelum SAH

Dinodai Kakak Sebelum SAH

kekeh Dina menatap perempuan bercadar yang duduk di samping lelaki bercambang tipis dan bersorban. "Papa kehilangan kakak kandung Papa dan keponakan Papa tapi terlihat bahagia saja, kan? Kasihan Mama, dia menikah dengan lelaki benalu bernama Sanjaya. Ups! Nama Sanjaya telah hancur sebelum gue lahir, kan? Dari mana gue tahu?" Dina menyeringai dengan wajah yang mengerikan.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai sajadah merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status