Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kedai Juni & Juli

Kedai Juni & Juli

Ketika melihat Zalma masuk, ia tersenyum ramah. “Hai Zalma, apa kabarnya?” “Baik Koh Liem.” “Silahkan duduk. Sebelumnya saya turut berduka cita atas apa yang menimpa Syam.” “Terima kasih Koh.” “Ada keluhan apa?” “Perut saya mendadak sakit dan mual Koh. Barusan saya muntah-muntah.” “Saya bisa pegang tangan kamu?” Zalma lalu mengulurkan tangannya ke arah tabib Liem.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai sakit karena tumbal
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

"Kamu lupakah, Bang? Untuk terus dapat harta yang berlimpah kita harus terus cari tumbal. Sekarang bulan suro sudah mau habis, sedangkan tumbal kita kurang dua lagi." Aku terkesiap mendengar kata-kata Sutini yang menyadarkan aku akan keadaan yang tengah kuhadapi kini. Ia benar, karena terlalu larut dengan sakitku aku sampai lupa akan tumbal yang harus kupersembahkan pada Mbah Sedan. Mana kemarin aku sudah membuat masalah dengannya. Apa kira-kira ia masih mau membantuku? Ah, kenapa juga aku terlalu gegabah kemarin dengan menentangnya. Sekarang aku sendiri yang pusing memikirkan nasibku ke depannya.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai sakit karena tumbal
Baca
+Pustaka
Tenebrarum; Tumbal Leak

Tenebrarum; Tumbal Leak

Ia tampak kesulitan duduk bersila karena perut buncitnya sedikit mengganjal. "Menurut orang-orang tua kita dulu, ada banyak penyebab orang bisa jadi leak atau tuselak. Bisa karena sengaja menuntut ilmu leak dengan mempelajari lontar pengeleakan, bisa juga karena diturunkan atau diwariskan secara terang-terangan, bahkan tanpa sepengetahuan calon penerima pun bisa," jawab Pak Umar.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai sakit karena tumbal
Baca
+Pustaka
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

Selama perjalanan, otak Saimah sedang memikirkan penyakit yang diderita Pak Sobir. Dari gejala yang jelas terlihat, Pak Sobir ini kena tulah dari ritual Gunung Kemukus. Namun, wanita yang telah sah jadi pengikut tanpa ritual hanya diam dulu sampai sang pasien sudah tertangani oleh tim medis. “Im, entar kalo harus operasi. Boleh, aku pinjam duit?” tanya Bu Sobir di antara erangan suaminya. “Boleh, Bu. Moga gak sampe operasi,” jawab Saimah sambil berpikir, jika ia kasih tau penawar sakitnya, justru dirinya akan kena masalah.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai sakit karena tumbal
Baca
+Pustaka
Pembantu Cantiknya Tuan Muda

Pembantu Cantiknya Tuan Muda

“Sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang, sebelum sakitmu tambah parah.” “Nggak perlu. Aku sakit perut karena datang bulan. Aku udah biasa kayak gini, nanti juga sembuh sendiri.” “Sakit karena datang bulan!!” kening Dimas berkerut tak mengerti. Ia mengamati Kanaya yang mengerang kesakitan. Dimas baru tahu jika datang bulan bisa membuat wanita bisa tersiksa seperti ini. “Lalu aku harus gimana biar sakitmu hilang?”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai sakit karena tumbal
Baca
+Pustaka
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

“Tili sakit. Kepalanya sering sakit sekarang. Aku tidak bisa melakukan apapun.” Bukan sekali saja Theo mencoba mendekati Tili, tapi keadaan kepala Tili selalu mengganggu. Theo berulang kali memanggil dokter untuknya, tapi dokter tetap tidak tahu apa yang diderita Tili. Kalau tidak melihat sendiri bagaimana Tili mimisan sampai darahnya sangat banyak, Theo mungkin akan menganggap Tili berpura-pura sakit. Tapi bukti darah membanjir itu menyebutkan kalau penyakit Tili nyata.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai sakit karena tumbal
Baca
+Pustaka
Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

Gadis Bodoh Untuk Tuan Muda Cacat

tanya Saka semakin semangat. 'Ini orang sedang sakit kok semangat ya? Jangan-jangan sedang berpura -ura.' "Wulan, benarkan? Ayo akui saja." "Tidak. Aku tidak terkena TBC. Tapi sepertinya, aku terkena serangan jantung, Bang Saka?" Kata Wulan. "Ya Tuhan.... Kenapa jadi seperti ini? Bang Saka terkena TBC. Dan aku serangan jantung?? Hiks.. hiks...!! Menyedihkan." Wulan terisak.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai sakit karena tumbal
Baca
+Pustaka
Ruang Rindu
Baca
+Pustaka
Abang Ojek VS Ibu Polwan

Abang Ojek VS Ibu Polwan

Tanya Hekal lagi menyelidik. “Pucat? Tidak ah. Segar bugar begini kok dibilang pucat,” jawab Ibu. Di belakang Ibu, Eci yang memang normal dan bukan tunarungu itu pun berbahasa isyarat lagi. “Karena asam uratnya naik, sekarang Ibu tidak bisa berjalan, mau berdiri saja susah.” “Nah, terus, karena asam lambungnya naik, Ibu kesulitan untuk makan. Muntah terus, kepalanya sakit, jantung berdebar-debar, tidak bisa tidur juga.”
9.447.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sakit karena tumbal
Tampilkan Ulasan (18)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Top Five vote 5/9/2023. 1.Produksidiperta 2.Agustian 3.Edy Suparman 4.Agustian Absyari 5.Awang Mulyadi. Terima kasih kk pmbaca utk votenya. Trrima kasih jg utk kk2 yg lain, yg tdk bisa sy tulis semua namanya di sini. Licin rejeki enteng jodoh sehat selalu dan dompetnya basah terusss.. amin.
Nia Ummi Hasan
baca novel burunan cinta Bu polwan ....kek nonton film ada debar2 kejutan, disetiap episode nya... tapi ada jengkelin SM Haikal ny yg lemot raih sinyal cinta nya olive... gue keplak tu kepala biar nyangkut sinyalnya
Baca Semua Ulasan
Pernikahan Dadakan dengan CEO

Pernikahan Dadakan dengan CEO

“Wah, kamu demam tinggi!” Hanya gara-gara makan cabai saja, penyakit yang datang begitu banyak. Lain kali, Katarina tidak akan membiarkan Samuel makan cabai lagi. Makan sedikit saja mungkin tidak apa-apa. Tetapi kalau dalam sekali maka sebanyak itu, tubuhnya pasti tidak kuat. Sakit tenggorokan, batuk, dan sekarang demam pula. Lambungnya juga pasti kesakitan. Semua efek samping datang sekaligus.
9.55.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190.9K kali sebagai sakit karena tumbal
Tampilkan Ulasan (863)
Baca
+Pustaka
Mawar Merah
cerita ini alur ceritanya bagus,aq jg suka,tokoh dalam bacaan Olivea dan Stefen bkn penasaran,tapi sayang tdk biaa langsung baca,hrs beli koin,padahal gk tau caranya bagai manacaranya bisa baca tanpa hrs beli koin,smg apa yg kuhatapkan dikabulkan,jadi bisa baca ceritanya gak terputus bs sampai akhir
Sumarni Wati
ceritanya menarik sekali cuma harus beli koin terus mahal.. saya sudah habis lebih dari 1 juta belum selesai juga novelnya.. alangkah lebih baik jika konsumen dikasih reward yang lebih besar karena sudah setia mengikuti good novel. biar tambah banyak pelanggan setia nya... semangat penulis..good job
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status