Lelaki Pengganti
“Iya saya tau, Tuan. Karena jalannya begini jadi terasa jauh, coba saja jika jalannya bagus seperti di kota pasti akan cepat sampai.”
“Nah, itu kama tau, Yon.”
“Iya, karena saya juga merasakan hal yang sama, Tuan. Punggung saya terasa sakit juga,” ujarku.
“Punggungmu sakit, Yon?” Tanya Tuan Roy.
Aku mengangguk.
“Ini, ada bantal pakai saja,” suruh Tuan Roy sambil memberikan bantal bewarna coklat tua padaku.
“Untuk saya, Tuan? Tapi,,,,”
Hot Chapters