Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selamat Tinggal untuk Mereka yang Tak Memilihku

Selamat Tinggal untuk Mereka yang Tak Memilihku

Setelah aku terjebak dalam sebuah ledakan di dermaga, aku terikat pada sebuah Program Bertahan Hidup. Program itu memberiku waktu dua puluh lima tahun dan empat target yang telah ditentukan. Selama Skor Cinta atau Skor Ikatan dari salah satu target mencapai 100%, aku bisa terbangun dan kembali ke duniaku yang sebenarnya. Namun, aku gagal pada keempatnya. Karena setiap orang yang berusaha aku dekati pada akhirnya selalu berpaling kepada Sophia Lusinta, sang tokoh utama dunia ini. Mereka menganggap penderitaanku hanyalah sandiwara. Mereka menyebut air mataku sebagai bentuk manipulasi. Mereka berkata bahwa aku hanya berpura-pura hancur agar mereka memilihku daripada Sophia. Namun jika mereka me
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Salah Tetangga

Salah Tetangga

Dia menyebut Lingga dengan sebutan “pria brengs3k” “Sudah cukup Papa menyetujui semua pilihanmu selama ini. Tapi pada kenyataannya, pilihanmu selama ini selalu salah. Selain Lingga, sebelumnya kamu juga pernah berhubungan dengan lelaki bernama Ghani, 'kan? Kamu perjuangkan lelaki itu di hadapan Papa. Tapi kenyataannya apa? Kedua lelaki itu bukanlah pria yang baik. Mereka telah mengkhianatimu. Jadi, sekarang, izinkan Papa untuk memilihkan suami terbaik untukmu. Jangan menolak semua ini! Karena penolakanmu sama saja dengan membunvhku.”
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Di layar laptop, muncul judul yang selama ini ia simpan diam-diam: “Setelah Kamu Pilih Dia.” Bukan sekadar judul untuk mengenang luka, tapi sebagai penanda bahwa ia pernah ada di titik paling rapuh, dan memilih untuk tumbuh — bukan membalas, bukan menyesali. Rayhan melihat layar itu sekilas saat lewat. “Itu judul yang… nyaris terdengar getir, tapi justru terasa lega.” Dinda tersenyum. “Karena aku nulisnya bukan pas masih marah. Tapi pas udah damai.”
88.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

“Kabar tentang orang ragu selalu lebih cepat.” “Aku tidak ragu,” sanggahnya pelan. “Aku hanya tidak ingin menjadi alat.” "Tidak memilih juga sebuah pilihan, Rionaldo. Dan sering kali itu pilihan yang paling mudah dimanfaatkan.” Rionaldo terdiam. “Lalu kau? Kau sudah memilih?”
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Salah Sebut Nama

Salah Sebut Nama

“Bagaimana kalau kamu melawannya?” “Tentu saja bisa, bahkan aku bisa memenangkannya. Namun kemenangan itu akan melalui peperangan dan setiap perang akan menelan korban. Entah itu korbannya yang memang bersalah atau yang tidak salah sama sekali ikut terseret. Jadi selagi bisa dihindari peperangan itu, aku memilih menghindari.” “Papi sudah menduganya. Kamu memang tak pernah berubah.” Wirawan menepuk bahunya.
1042.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

"Pilihan yang bagus, karena kamu gak ada duanya, Sayang!" Safira tersenyum geli. Jawaban suamminya ada-ada saja. Safira terdiam sejenak. 'Sekalian aja aku kerjain kamu, Bi. Aku pengen denger apa jawaban kamu.' Batin Safira. "Ya udah aku pilih nomor tiga!" "Hmm... walaupun ada tiga pilihan tersulit dalam hiidup ini, aku akan tetap pilih kamu!"
9.961.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

“Aku tidak bermaksud menambah masalahmu. Aku hanya ingin kamu tahu, kamu mempunyai pilihan lain jika saja Naz …,” “Jika Nazwa tak memilihku! Haruskah kau mengulang kalimat itu terus, Re! Apa kamu mendoakan hal itu terjadi? Oh ya, tentu saja. Kamu akan bahagia sekali bukan, jika Nazwa tak memilihku?” ucap Rafi gusar sambil menepis tangan Renata yang berada di atas paha kanannya. “Bukan begitu maksudku, Rafi.” Renata menukas omongan Rafi.
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Di pusat badai setelah dia babak belur dihajar putaran cyclone. “Kamu boleh nuduh mereka salah tapi nggak boleh ambil hak pilih mereka. Mungkin kamu pikir pilihan mereka salah, tapi tetap, hargai pilihan mereka. Kamu berhak bahkan harus kasih tau mereka mana yang benar dan baik, mana yang salah dan buruk. Tapi tetap, hargai hak mereka. Ini sesimpel memilih kepercayaan aja sih, Nay. Mungkin kamu merasa wajib berdakwah, tapi tetap, mereka berhak memilih jalannya sendiri kan?” Nayara diam dalam pelukan dan belaian Manggala.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Kamu Pura-Pura Amnesia dan Tolak Nikah, Aku Nikahi Sang Konglomerat

Farel balik bertanya. "Farel, justru di situlah letak perbedaan antara kamu dan Kakak. Kamu selalu menempatkanku di posisi sebagai orang yang pasrah untuk dipilih. Kamu pikir kalau aku nggak memilihmu, maka nggak akan ada pria lain yang sudi menerima putri seorang pembunuh sepertiku. Kamu juga pikir karena aku pernah pacaran denganmu, Kakak nggak akan mungkin mau memilih wanita sisaan yang sudah kamu buang. Tapi kamu lupa, kamu justru menempatkan dirimu sendiri di posisi paling atas sebagai pemegang keputusan, yang bisa dengan bebas memilih opsi A atau opsi B. Persis seperti sikapmu saat dihadapkan antara aku dan Silvia. Tapi kamu melupakan satu hal, aku juga punya hak penuh untuk menolak. E
9.7173.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Sang Legenda

Kesempatan Kedua Sang Legenda

Seorang penyihir ragu sejenak sebelum bicara. “Genap.” “Genap?” “Ya, genap.” Alfoi menyeringai. “Hei, saat kau mulai dengan empat koin, kebanyakan orang pilih ganjil. Itu masuk akal. Tapi kau sengaja pilih genap?” “Ya, ya. Jadi, bisakah kita periksa saja ada berapa...?” “Ah, tunggu sebentar. Aku sedang bicara sekarang. Jadi, kau tidak akan mengubah pilihanmu?”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai salah pilih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status