Lelaki Pilihan Surga
“Cit, apa yang aku pilih adalah kebutuhan hidupku. Dan kenyamananku sendiri. Selain itu, kalau aku punya pakaian terlalu banyak, nanti aku sulit membawanya, saat di hisab kelak. Apa yang aku miliki saat ini, sesuai kesanggupanku mempertanggung-jawabkannya di hadapan Allah.”
“Astagfirullah. Aku benar-benar merasa berdosa, Ra. Aku malah masih melakukan semua apa yang sudah kamu tinggalkan.”
“Cit, selama napas masih melekat, kita masih punya kesempatan untuk jadi lebih baik. InsyaaAllah, niat baik, pasti akan dimudahkan!”
“Malam ini, aku benar-benar mendapatkan banyak pelajaran berharga.”
“Alhamdulillah. Itulah esensi kebersamaan. Memilih sahabat yang baik, untuk kehidupan yang jauh lebih baik.
Bab Populer