Satu Miliar Untuk ART
Titin menghela nafasnya dalam-dalam.
"Saat teteh kamu, berjualan kicimpring, waktu itu Ibu masih ingat, hujan turun dengan deras. Tapi teteh kamu tetap berangkat berjualan kicimpring mpring, walaupun ibu sudah melarangnya. Tapi apa yang terjadi? Wak Ratmi menghancurkan barang dagangannya. Teteh kamu masih tetap berjualan, dia memisah-misahkan kicimpring yang masih bagus dan yang sudah hancur, tidak sedikitpun terlihat kesedihan di wajahnya," Titin Langsung terisak menangis mengingat kejadian itu.
Hot Chapters