Kebangkitan Naga Perang
Rambutnya hijau lumut, matanya keemasan—memantulkan kedamaian purba dan kekuatan yang tak bisa digoyahkan.
Ia berlutut, menepuk tanah menara dengan telapak tangannya. Suara gemuruh bergema dari bawah, lalu bumi merekah. Retakan spiritual menjalar seperti urat bercahaya, dan dari kedalamannya muncul sosok kolosal: Terralon, naga tanah berkulit perunggu, tubuhnya bagai gunung yang hidup, dengan mata kuning yang bersinar lembut.
“Bumi menjawab panggilanmu, Naga Perang,” bisik Seruni lirih, dan seluruh dunia seakan ikut bernafas bersamanya.
Hot Chapters