Hati yang Terbagi
"Tentu, Sayang. Itu ga usah kamu pikirkan. Mas sudah memikirkannya,"
Tepat hari ketujuh setelah kelahiran Hafidz kami mengadakan acara aqiqah dan pemotongan rambut. Tentu saja semua sesuai Sunnah yang Nabi ajarkan. Niatnya hanya pesta kecil-kecilan saja. Tapi, Mama dan Papa keberatan. Mama tetap mengadakan acara besar-besaran. Kali ini tamunya tak hanya kolega Papa saja, tapi semua santri dan orang-orang fakir yang memang membutuhkan makanan untuk dimakan.
"Jangan banyak gerak dulu, Al! Kamu ih, gerak sana gerak sini, kan itu jahitan belum kering!" Protes Lea saat melihat Alina yang hendak bangun menyambut para tamu.