Dokter, Jangan Gitu Dong
Alisnya sedikit berkerut, namun kemudian ia mengangguk pelan.
“Pernah,” jawabnya singkat.
Ia meraih ponsel di atas meja, membuka percakapan lama. Jarinya bergerak cepat, lalu memutar layar ke arah Bram.
“Ini,” katanya. “Chat dari Vivian. Dia bilang buku nikah sudah siap.”
Di layar terlihat foto buku nikah—hanya sampulnya. Tidak ada halaman dalam, tidak ada identitas, tidak ada nama, juga tidak ada cap resmi yang terlihat.