Pernikahan siri memang sering jadi perbincangan, terutama soal legalitasnya. Di Indonesia, pernikahan siri yang hanya dilakukan secara agama tanpa dicatatkan negara tidak diakui secara hukum. Artinya, pasangan tidak akan mendapatkan buku nikah resmi dari Kantor Urusan Agama (KUA) atau Catatan Sipil. Namun, beberapa pasangan memilih untuk mendaftarkan pernikahan sirinya setelah menikah untuk mendapatkan legalitas. Prosesnya bisa lebih rumit karena membutuhkan bukti-bukti seperti saksi dan surat keterangan dari penghulu.
Kalau menurut pengalaman teman-teman di komunitas, pernikahan siri yang tidak didaftarkan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari, terutama dalam hal warisan atau pengakuan anak. Jadi, meskipun terlihat praktis, lebih baik urus pernikahan secara resmi agar semua hak dan kewajiban tercatat dengan baik.