I WAS NEVER YOURS
Dengan ilmu seadaanya, ia tak ingin terlihat manut saja pada semua bualan Sandra.
Sandra menggeleng. "Susah kurasa, sumber daya alam mereka terbatas. Orang sana, paling mereka bertani. Memang China sudah invetasi, dengan meminjamkan uang, tapi ya kapitalis ujungnya tahu lah." Sandra mengedihkan bahunya. Merasa puas, bisa membuat para cowok disini kagum pada kecerdasaanya. Sandra suka membaca, dan gadis itu kritis. Sebenarnya, Mawar juga sama. Tapi, ia malas membahas hal berat seperti ini, disaat dirinya ingin bersenang-senang.
Capítulos Populares