SANG PEWARIS
“Aku takut momen-momen yang kita lewati ini cuma mimpi, yang kalau aku bangun besok pagi semua hilang dan aku kembali ke masa dimana aku merasa hidup sendiri.”
Cup!
Elkan mengecup pipi Haniyah, membuat Haniyah spontan menyentuh pipinya dengan tangan.
“Ini bukan mimpi, ini nyata. Aku dan kamu ada di dalam kamar ini berdua itu nyata, bukan mimpi dan gak akan berakhir. Besok pagi, saat kamu bangun kamu akan tetap melihat aku ada di sampingmu seperti saat ini.”
Haniyah tidak bisa membohongi hatinya, dia suka dan sangat suka mendengar ucapan Elkan barusan.
Hot Chapters