Amanda
Dicarinya nomor wanita yang baru-baru ini secara kebetulan bertemu kembali dengannya setelah beberapa tahun tak berhubungan.
“Nah, ketemu!” serunya senang. Langsung diteleponnya nomor itu. Terdengar nada sambung selama beberapa saat. Dengan sabar ditunggunya hingga nada itu berhenti dan berganti dengan suara centil seorang wanita paruh baya. “Halo. Apa kabar, Nold? Akhirnya kamu meneleponku juga.”
Arnold menyahut dengan nada suara yang sering membuat hati wanita kelepek-kelepek, “Halo, Tante Bianca. Apa kabar? Sedang sibukkah? Maaf kalau Arnold menganggu….”