Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sadena

Sadena

Sadena tergelak, ia mendongak sedikit sebab gawai Selin hampir menyentuh hidungnya. "Kucing garong."  Seketika bibir Sadena bergetar menahan tawa. Entah apa yang lucu, tapi saat melihat foto itu kekesalannya perlahan memudar. Sudut bibir Sadena pun melengkung tanpa ia mau. "Ciee senyumm cieee," goda Selin. Raut wajah Sadena berubah datar. "Paansih?" "Gimana? Cocok, kan buat lo pelihara? Sama-sama galak."
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as sardonic grin
Read
+Library
Pengantin Hening Dari Pangeran Licano

Pengantin Hening Dari Pangeran Licano

Tapi sebelum aku bisa, tawa Alaric memotong ketegangan seperti pisau. Tajam. Sarkastik. Kejam. "Kamu pasti kehilangan pendengaranmu seiring bertambahnya usia," Alaric menarik, bibirnya melengkung menjadi senyum yang tidak mencapai matanya. "Jika dia dan orang-orangnya bisa mengatur hal seperti itu, maka mungkin dia harus duduk di pemimpin paket duduk di tempatmu."
387 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as sardonic grin
Read
+Library
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

sarkas Grace sambil menoleh ke belakang untuk menunjukkan wajah julidnya pada Marvel. Lantas Marvel pun memasang ekspresi melas yang menyedihkan, ia juga sempat memanyunkan bibirnya sebelum menandas, "sebenarnya suami kamu itu aku atau tupperware?" "Kamu jangan peluk-peluk dulu deh, aku jadi susah mau aduk nasinya." Grace berkilah, tak ingin menjawab pertanyaan konyol Marvel. "Tidak mau," tolak Marvel, justru semakin mempererat pelukannya.
1047.5K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as sardonic grin
Read
+Library
Sang Kekasih Berambut Merah

Sang Kekasih Berambut Merah

Dalam nada yang jelas dan tajam, dia menjawab, "Selesai. Tidak ada jawaban." Itu tidak mungkin. "Siapa di sana?" Sarkon bangkit berdiri dan mulai berjalan mondar-mandir. Sembari mengabaikan kejengkelan yang tumbuh dalam dirinya, Sanders menatap lurus dengan ekspresi yang sama ketika seseorang menceritakan lelucon buruk kepadanya. Dia berkata dengan nada bosan, "Tampaknya singa betina telah menunjukkan cakarnya."
1.6K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as sardonic grin
Read
+Library
Baby Triplets Milik Om Tampan

Baby Triplets Milik Om Tampan

Kalimat sarkastik itu terucap dari bibir Tiano, yang ternyata sedang datang berkunjung. "Apa kau tidak punya cermin?! Kau sendiri juga tidak akan datang ke sini kalau tidak ditelfon dulu! Memang kau ini tipe-tipe seleb!" maki Tino duduk di sofa bersama istrinya. Irish nampak begitu senang akhirnya ia bertemu lagi dengan Sora, mereka berdua seolah mempunyai dunia sendiri dan berbincang kesenangan menceritakan banyak hal.
10178.5K viewsCompletedAdded to Library 5.5K Times as sardonic grin
Read
+Library
Oh, My Grim

Oh, My Grim

Dengan begitu, tebakannya sedari awal bahwa Juan adalah grim reaper adalah benar. “Lo udah liat sendiri kan tadi. Mukanya itu serem. Kalau lo ketemu dia di mana-mana, mukanya itu bakal nempel terus di kepala lo. Sampai mau tidur pun pasti kebayang-bayang,” jelas Grace bergidik tiba-tiba. Kedua tangannya terlipat di depan dada dan saling mengelus lengan satu sama lain. “Terus apa lagi yang lo tau?”
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 343 Times as sardonic grin
Read
+Library
Ayah Anakku Ternyata Musuhku

Ayah Anakku Ternyata Musuhku

Ucapan itu mengundang tawa keras dari beberapa orang di sekitar Arnold. Arnold mengangkat alisnya, mencoba menahan tawa yang masih tersisa. "Wanita cantik seperti dirimu tidak mungkin tertarik padaku, kan?" ejeknya, suaranya terdengar serak karena terlalu banyak merokok. Ia meneguk minumannya dengan santai, seolah tak peduli pada ancaman yang ada di depannya. "Pria sepertimu pantas dibuang ke sungai," balas Grace.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as sardonic grin
Read
+Library
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

ungkapnya. “Lora…” panggil Grissham lirih, wajahnya menegang. Ekspresi Lora membuatnya merasa sedang duduk di kursi pesakitan. Lora menoleh dengan kepala sedikit dimiringkan. Bibirnya mengukir senyum. Namun, jelas itu bukan senyuman hangat, melainkan senyum dingin yang terkesan menekan. “Apa? Ada yang salah dengan ucapanku, Kak?”
10212.3K viewsOngoingAdded to Library 7.0K Times as sardonic grin
Read
+Library
Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan

Setelah tertawa gugup, tawa Grace tiba-tiba berhenti. Dia menatap lurus ke arah Aiden dan berkata dengan nada sarkastis, "Kamu orang yang munafik dan sombong. Kamu tidak punya kemampuan apa pun. Kamu hanya kutu buku yang sudah belajar selama dua tahun. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku sudah bisa melihat karaktermu. Kamu seperti kodok yang ingin makan daging angsa. Aku bahkan tidak merasa kamu memenuhi syarat untuk membawakan sepatuku."
106.9K viewsOngoingAdded to Library 274 Times as sardonic grin
Read
+Library
Jadilah Pria Kencang Kendor

Jadilah Pria Kencang Kendor

“Aku harus pikir-pikir.” Tidak mungkin. “Jangan terlalu banyak pikir,” kata Granito, menyeringai seperti hiu yang baru saja memakan paman kesayangan seseorang. “Kita gak mau otakmu yang di pantat memar lagi.” Aku tidak mencoba tersenyum. “Ha ha.” Rekan kerjaku tertawa terbahak-bahak karena sesuatu yang sama sekali tidak lucu atau orisinal. Apakah mereka sama sekali tidak punya selera humor yang baik?
102.2K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as sardonic grin
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status