Kesempatan Kedua
“Baik, saya tidak ingat dengan pertemuan kedua kita, Pak. Untuk itulah saya merasa ini tidak valid. Sebentar, jangan memotong ucapan Saya. Karena saya tidak mengingat pertemuan kedua kita, saya menganggap hari ini adalah pertemuan kedua kita. Jika, kita bertemu secara tidak sengaja sekali lagi, saya akan percaya bahwa Anda dan Saya memang berjodoh. Bagaimana pak?”
“Baik. Jika kita bertemu sekali lagi, berarti kamu adalah jodoh saya. Dan saat itu juga, kamu telah resmi menjadi kekasih saya. Bagaimana, Deal?” Samudra berucap sembari mengulurkan tangannya lagi.
“Deal!”
“Good Girl,” Ucap Samudra dengan seringai tipis.
‘Ya Tuhan, apa yang aku lakukan?!” batin Agni. Bagaimana mungkin dia membuat k