Samaran Terakhir
Sudah lama benda itu tidak bergetar, tapi sejak mereka memasuki fasilitas bawah tanah ini, setiap langkah membuatnya berdenyut perlahan—seolah mendeteksi kebenaran yang tertanam dalam lapisan-lapisan rahasia.
"Kau yakin kode-kode yang kita pecahkan membawamu ke sini?" tanya Armand, setengah sarkastik, setengah tegang.
"Tidak hanya kode," jawab Adrian pelan. "Tapi juga mimpi."
Mereka berhenti di depan sebuah pintu logam besar dengan simbol mata terbalik, dicoret-coret dengan tinta merah yang masih basah. Terdapat kalimat di atasnya, tertulis dengan tangan gemetar: "YANG MELIHAT TERLALU DALAM AKAN MELIHAT DIRI SENDIRI."