Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUKAN IPAR SEMBARANGAN

BUKAN IPAR SEMBARANGAN

Secara Mas Wisnu sudah cukup dekat dengan Nenek. Restoran sederhana yang cukup ramai itu kusambangi. Lekas aku memilih tempat yang agak sepi. Tak terlalu sepi, karena memang sedang jam makan siang dan kondisinya cukup ramai. Seorang pramusaji menghampiri. Aku memesan, hanya satu porsi. Satu mangkuk sop buntut, nasi hangat dan jus sirsak. Setelah itu, aku fokus pada gawai sambil menunggu. “Arunika?” Suara seorang lelaki membuatku mendongak. Tampak lelaki dengan tubuh tinggi, hidung mancung dan rambutnya yang dicat pirang tengah tersenyum.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai sedikitpun
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

PLAKKK Pukulan lumayan keras mendarat mulus di kepala Saka. "Aduhhhh, sakit kak! Cewek main kasar itu nggak boleh tahu!" omel Saka cemberut mengelus kepalanya. Meski begitu dia turun juga, memasukkan motornya ke dalam setelah pagar rumah dibuka Lintang. Lintang menghiraukan Saka, dia menyuruh Saka duduk di teras depan sedang dia masuk ke dalam sebentar, mengambil kotak obat.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sedikitpun
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Meski demikian Zimat masih berteriak-teriak kesakitan. “Wis sak munu ae disik Mat, sesuk aku tak rene maneh. Kudune alon-alon ora keno dikasari. Engko suwu-suwi lak pulih,” (sudah segitu dulu Mad, besok aku ke sini lagi. Harusnya memang pelan-pelan tidak bisa dikasari. Nanti lama-lama kan pulih, Red-).
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai sedikitpun
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Di Tajur, Bogor suasananya tidak begitu mudah tapi aku akan tetap menjalaninya. ***** “Hai, Rib sedang apa? Kamu sibuk Enggak hari ini?” tanya ku di chat. “Ya, An, aku sibuk, nih. Lain waktu saja ya kita jalan bareng.” “Baik, Rib. Kamu kabari aku ya kalau kita mau jalan bareng.” “Ok, An. See you.” “See you too.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai sedikitpun
Baca
+Pustaka
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

Karena dia mengatakan sesuatu dengan sangat pelan, “Sorry..” Hening. Aku masih menahan nafas dengan pandangan tidak teralih dari ponselku, berharap ia menjawab apapun itu. Amir menunduk dengan perasaan bersalah kali ini, ketika sebuah notif muncul dari layar ponselku ‘tutturuttut’. Secercah harapan muncul kembali. Aku segera mengambil ponsel tersebut, terdapat notif baru bertuliskan 'Kuota anda tersisa 200mb, segera isi pulsa sekarang juga’ dari operator.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai sedikitpun
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

“Udah ngomongnya?” “I-iya, u-udah,” jawan teman itu kebingungan, Abian memang sangat hemat dalam berbicara. Terkadang singkatnya jawaban dan respon yang ia berikan membuat orang lain bertanya tanya. Tanpa berlama, Abian membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkahnya meninggalkan teman itu lebh dulu.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai sedikitpun
Baca
+Pustaka
Lelakiku Sedingin Es

Lelakiku Sedingin Es

Apakah kata-kata barusan, mampu menohok tepat di hatinya? "Kita akan ke Nabire, tidak begitu jauh dari sini. Ada sungai yang sangat indah, dengan aliran air yang jernih. Nama sungainya, Mayon. Aku pernah pergi ke sana." jelas Prana, akhirnya. Ke sungai? Itu tempat terbuka, Ganis merasa lega. Menyandarkan tubuh di jok, berusaha rileks. Kembali Ganis melihat pemandangan sepanjang perjalanan yang dilalui. Kadang melewati pemukiman yang padat penduduk, atau pohon-pohon yang berderet di tepian jalan.
1050.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai sedikitpun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status