The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)
Bara berbisik, “Tenang, ini hanya sakit pada awalnya saja. setelah sakitnya menghilang, akan ada surga yang menunggumu.”
Lalu sedetik kemudian jeritan Makaila melengking. Jeritan penuh kesakitan yang menandakan jika Makaila sudah tak sama lagi. Label gadis yang ia miliki sudah direnggut paksa oleh Bara. Air mata mengucur deras dari kedua matanya. Makaila memejamkan matanya dan menolak untuk melihat Bara yang kini menatapnya dengan dalam. Bara mencium kernyitan pada kening Makaila. Lalu kembali mengecup bibir Makaila dengan lembut. “Selamat, kini kau sudah menjadi wanita seutuhnya, Makaila,” bisik Bara tepat di atas bibir Makaila dengan seringai penuh kemenangan serta kepuasan yang sama sekal