Jagad dan Selaras
Hujan rintik-rintik mulai turun, bercampur dengan polusi kota menciptakan aroma tanah yang basah dan logam.
Jihan, Jagad, Kael, Clarissa, Sari, Bagas, dan Manda berdiri melingkar. Sarah Selaras, ibu Jihan, hadir dengan kursi roda, wajahnya masih pucat namun matanya memancarkan ketegaran. Ia memegang tangan Galang dengan erat saat peti itu perlahan diturunkan ke liang lahat.
"Ayahmu adalah melodi yang paling stabil dalam simfoni ini, Galang," bisik Sarah. "Tanpa dia, kita tidak akan pernah sampai ke Shambhala."
Chapitres populaires