SETELAH TALAK TIGA
Kami berhenti di sebuah mesjid, cuaca hari ini tidak begitu mendukung, arakan mega menggumpal membias warna kelabu, langit pun mulai menggelap, mungkin sebentar lagi rahmat-Nya akan turun membasahi bumi.
Aku berpisah dengan Pak Abi, dia ke toilet laki-laki sedang aku menuju tempat wudhu yang diperuntukkan untuk wanita. Shalat adalah sebaik-baiknya obat untuk meredam amarah, aku tak memungkiri, kemarahan sempat merasuki saat mantan mertua dan ipar tak tahu diri menghampiri, kembali mencari gara-gara di pesta tadi.
Hot Chapters