Rahim yang Tergadai
Biantara membuka percakapan dengan nada santai, matanya menatap Selena—atau kini lebih dikenal sebagai Helena—yang duduk anggun di kursi rodanya.
"Tentu saja. Bahkan akan lebih baik jika mereka saling jatuh cinta," jawab Selena tanpa ragu. Senyuman tipis terbentuk di bibirnya yang masih tampak sempurna meski usia tak lagi muda. "Kalau itu terjadi, semua aset Sagara dan Hastanta akan jatuh ke tangan mereka. Dan kamu tahu artinya, bukan?"
Biantara tersenyum, penuh arti. Ia membungkuk, merangkul tubuh Selena dengan posesif, seolah ingin memastikan bahwa perempuan itu tetap dalam genggamannya.