Selena
“Baiklah, Putri. Sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan, sebentar lagi Yang Mulia Sirius ulang tahun.”
Selena membeliakkan mata, lalu terduduk menatap Lynne. “Benarkah? Tanggal berapa sekarang?” Gadis yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya itu lantas melirik tanggalan. Lalu menepuk jidatnya. “Astaga, kenapa aku bisa lupa.”
Namun, baru saja mengatakannya, Selena kembali menguap. Rasanya, kali ini kantuk tidak bisa ditoleransi lagi.
Hot Chapters