Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Sagita

Cinta Sagita

tanya Jidan penasaran. "Yang cewek ini orangnya baik, bisa diandelin tapi sedikit sensitif, kadang suka nangis. Kalau yang cowok ini lumayan sudah diatur, kalau aneh-aneh, jitak aja kepalanya. Hahahah." Pak Sokim tertawa. Jidan hanya mendengus kesal. Tidak heran jika Bos Don mengirim pesan seperti itu.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 477 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Bodoh amat! Dia bisa menjadi sumber penyakit bagi kita nantinya!" Singo Bodong berusaha menguasai kegugupannya, dengan senyum kaku yang dipaksakan ia berkata, "Bib... bib... biarlah! Biar dia ceritakan kehebatanmu di depan Siluman Selaksa Nyawa. Supaya... supaya Siluman Selaksa Nyawa punya perhitungan tersendiri jika ingin melabrak kita!" "O, begitu. Bagus kalau begitu maksudmu. Tapi...."
1030.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 644 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta sang CEO

Jebakan Cinta sang CEO

Enak saja menyematkan julukan itu padaku. “Sayang!” seru Rasenda. “Kamu kok diam saja?” Bodo amat! Biar dia tahu rasa berbicara sendiri. Siapa suruh beberapa saat yang lalu dia membiarkanku melakukan komunikasi intrapersonal. “Sayang! Kalau kamu enggak mau ngomong, lebih baik mendesah saja,” protesnya. Aish, shibal sekiya! Matahari sudah menampakkan batang hidungnya, dia malah mau main kuda-kudaan. Kalau seperti ini jadinya, mau tak mau aku harus mengalah.
1028.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 874 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Bibirnya merengut merajuk “Bodo amat. Nggak usah banyak ngomong, nanti juga ketagihan.” “Ish…” “Malam ini kamu bisa tenang. Aku nggak niat ganti oli. Aku mau tidur nyenyak dulu. Biar pas show time nggak malu-maluin.” “Iyaaa… biar aku aja yang berdarah, kamu jangan.” “Hah?” “Mimisan.” Manggala terkekeh.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Misteri Pembalut Di Kamar Iparku

Misteri Pembalut Di Kamar Iparku

Jelas membuatku terkejut. "Bukannya anak muda sekarang memang nyeleneh dalam memanggil temannya?" "Ya Allah Mbak, senyeneleh-nyelenehnya anak muda, harusnya kita juga bisa paham kalau dua orang manggil sayang itu." Aku hanya mencibir padanya. Pasti Wanda ini terlalu banyak bermain media sosial sehingga membuatnya sok tahu saja. * Diam-diam aku mengamati Bobi yang tengah asyik bermain ponsel. Kadang dia tersenyum sendiri dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Dinikahi Calon Adik Ipar

Dinikahi Calon Adik Ipar

“Masih terlalu cepat untuk membuat kesimpulan apa pun. Sekarang coba pikirkan kemungkinan lainnya.” Zidan merangkul bahu Andi. Sikapnya bak senior kampus yang sok bijak ingin mengajari juniornya tentang intrik politik negara. Jika tidak sedang membicarakan perkara serius, Sena mungkin sudah tertawa gara-gara kelakuan temannya itu.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam

Bree sebenarnya tidak ingin menyalahkan sikap ramah dan santai, tapi tetap saja pada situasi ini sikap ramah dan santai tidak membantunya. Bree ingin menegur pria bodoh itu dengan bentakan tepat di telinga agar dia sadar. Bree semakin kesal pada Ben sekarang, karena teringat jika akibat yang timbul akibat rumor perselingkuhan ini pada Ben tidaklah sefatal Bree.
9.538.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 968 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Saat Istri Bodoh Itu Pergi

Saat Istri Bodoh Itu Pergi

Ia hanya menyampaikan apa yang selama ini ia pendam. “Kamu tahu kenapa aku disebut bodoh?” lanjut Nara, suaranya bergetar tipis. “Karena aku bertahan terlalu lama di tempat yang terus melukai aku, sambil berharap semuanya akan berubah sendiri.” Wajah di hadapannya terlihat kaku. Tidak ada bantahan cepat kali ini. “Aku tidak bilang aku sempurna,” ucapnya akhirnya. “Tapi kamu juga tidak adil pergi begitu saja.”
846 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Diklaim Oleh Don Mafia

Diklaim Oleh Don Mafia

Aku mendengus melihat gaya sok pahlawannya, "Jangan bersikap sok jadi *sugar-momma* padaku sekarang, aku cuma sedang bokek untuk sementara waktu." Dia mengangkat bahu, "Kau tidak pernah tahu sampai kapan, si bodoh itu mungkin akan terus bermain kotor selama bertahun-tahun kalau kau tidak bertindak." Nah, akhirnya dia menjatuhkan bomnya, omong kosong yang ingin dia katakan sejak pagi.
343 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Airin yang merasa aneh dengan sikap Bos-nya memberanikan diri untuk bertanya. " Apa Bos sakit?" tanya Airin yang telah duduk di samping Bos-nya. "Tidak Rin, aku hanya malas saja hari ini." jelasnya tanpa melihat ke arah Airin. Mungkin dia tahu kalau mata bisa menunjukkan kebenaran yang ada. Maka ketika kita berbohong akan terlihat jelas di mata kita begitu juga bila kita berbicara dengan benar dan jujur.
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status