Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Tidak untuk membunuh Maung Bodas, tetapi untuk mengganggu konsentrasinya. Maung Bodas mendengus pelan ketika kerikil-kerikil itu mulai melesat ke arahnya. Beberapa kali dia menghindar, tetapi tidak jarang juga dia menangkis kerikil tersebut. “Kalian juga menggunakan trik kotor seperti itu? hebat.” “Sejak kapan hal seperti ini disebut trik kotor?” bantah Ki Antasena. “Kalian para pendekar aliran putih selalu melarang pembokongan, aku tidak menyangka kau akan menggunakan trik kecil ini.”
928.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
The Thief

The Thief

Namun mereka hanyalah sekelompok manusia serakah yang silau dengan gemerlap dolar. Seringaian sinis muncul di lekuk bibirnya yang seksi. Dia telah selesai dengan rencananya. Rencana yang akan membuat keributan besar di kalangan pencinta seni. Rencana yang setidaknya akan mempermalukan mereka. Mereka yang menganggapnya bodoh dan tak berotak. Mereka yang membodohi orang-orang seperti dia. Dan nanti merekalah yang dibodohinya.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

“Untung di sekitar sini gak ada benda keras.” “For apa?” “Buat apa? Ya buat nyambit elo lah. Si bopung yang nggak ngehargai karya seni orang!” Adri terkikik dan sambil tangan bersedekap menyampaikan maaf dengan hormat. “Maaf. Tapi kamu dengar sendiri kan aku bertanya kapan nyanyi bareng. Itu artinya vokal kamu keren. Jadi, aku dimaafkan?”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Brondong Toxic

Brondong Toxic

Arum senewen sendiri. “Lagi? Hahaha. Kamu tuh sadar enggak sih sekarang kalo sedikit banyak sikap kamu udah sama kaya dia? Ketularan childish kayanya ya. Dikit-dikit ngambek, terus manyun. Kaya ABG lagi kasmaran. Hehehe,” goda Asti.
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Kepada seorang mahasiswi bernama Ika, sahabat Jihan itu. Tunggu, yang kurasakan kepada Ika ini apakah benar cinta? Entahlah. Atau mungkin, karena sejak kecil aku terobsesi dengan seni beladiri sehingga hal-hal yang berhubungan dengan wanita tidak terlalu menarik perhatianku dan ketika dewasa mengakibatkan aku bodoh, tolol, polos atau lugu seperti kata Leony seminggu yang lalu? Hmm, perihal bodoh, mungkin ada benarnya. Namun polos atau lugu, harus dikaji ulang. Aku tiada berbeda dengan lelaki kebanyakan, yang dalam satu waktu bisa menjadi buaya sekaligus macan.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

Dirinya tidak semunafik itu! Napasnya memburu. Dadanya naik turun sambil ia menatap Gema dan Ferdi bergantian. "Kalau memang kalian menginginkan diriku! Menginginkan tubuhku! Maka ambillah! Bunuh aku, dengan begitu, kalian bisa menguasai tubuhku!" Kalimatnya semakin ngaco dan ngawur. Bodo amat. Dalam situasi rumit seperti ini, tidak mungkin mengeluarkan kata-kata benar. Kalimat indah layaknya puisi maupun syair. Tidak lucu! Tidak etis! Terkesan dibuat-buat.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Setiap karya adalah sebuah pernyataan, sebuah penegasan bahwa keindahan bisa lahir dari pilihan, bukan hanya dari kepatuhan. Arbiter Core, yang masih berusaha memproses virus keraguan yang kami tanam, kini menghadapi tantangan baru: sebuah budaya tandingan yang berkembang pesat yang merayakan ketidaksempurnaan. Upaya Core untuk "mengkoreksi" seni ini justru membuatnya lebih populer. Larangan hanya membuatnya lebih berharga.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Aira

Jodoh untuk Aira

Aku tahu dia tipe laki-laki kaku dan tak paham seni. Dewa mendekat dan berucap pelan, "Lo nggak tahu, kan, kalo gua ini seniman. Gua bisa desain apa aja, dekor ruang apa aja, nulis, juga melukis." Dewa bicara semakin pelan, "Sssttt, jangan kaget gadis jutek, gua memang nggak pernah pamer keahlian seni gua."
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama

Dia pun tak berhenti tertawa. Yandi mengisap rokoknya dengan santai. Tasya berusaha membuka perban dengan perlahan, lalu berkata, “Itu namanya seni. Nggak masalah kalau kamu nggak suka, tapi kamu nggak boleh merendahkannya!” “Ngapain aku merendahkannya? Itu profesi orang lain,” balas Yandi dengan tidak acuh. “Kamu memang bijaksana banget!”
9.81.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66.4K kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Tampilkan Ulasan (279)
Baca
+Pustaka
Gupta Pitra Pramesti
Thor..thor.. kapan jason tau klo yana itu anaknya thor? kapan reza sama sonia mengumumkan pernikahannya ? apakah babnya msh panjang ? pdahal tiap hari cm update 1 bab itupun seuprit perbabnya....jadi mau smpe tahun kapan ini tamat thor ? pdhal ceritanya bagus ak suka tp babnya puanjaaaang.........
Novel Novel2
sudah sampai bab akhir 1.339, untuk pertama kalinya baca Novel sepanjang ini, bagus... hny saja cerita ttg Kelly & penindasan ibunya yg BERKALI-KALI TANPA BISA MELAWAN & sikap bodoh kknya Kenzo ini persis SINETRON INDONESIA. Bab Kelly sepulang dr Luar Negeri banyak sy SKIP krn kelihatan di panjang2in
Baca Semua Ulasan
Kontrak 2M Sang Mantan

Kontrak 2M Sang Mantan

Genji tersenyum canggung, meletakkan photo sambil berkata, "saya gak kenal artis manapun, Pak." Pak Abdi geleng-geleng kepala, "susah dimengerti. Pantas saja tulisanmu sering salah." "Apa hubungannya ya?" Pak Abdi menatap kesal ke arah Genji. "Membuat program itu sama seperti menulis, harus pakai perasaan agar tersampaikan dengan baik. Artis secantik Lala saja kamu tidak kenal, berarti ada yang salah dengan jiwa sosialmu, dan itu sangat berpengaruh terhadap perasaan."
991 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai sebuah seni untuk bersikap bodo amat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu trik mental yang sering kubawa ke segala hal: tentukan apa yang benar-benar pantas untuk mendapatkan emosimu.

Bagiku, seni untuk 'bodo amat' bukan soal jadi acuh tak acuh atau malas, melainkan selektif terhadap apa yang kupedulikan. Pertama, aku mulai dengan menuliskan nilai-nilai inti—apa yang buatku merasa hidup dan apa yang cuma bikin energi terkuras. Setelah itu, aku latih diri berkata 'tidak' pada gangguan kecil: opini orang yang nggak kita hormati, drama kantor yang bukan urusan kita, atau tren yang cuma bikin stres. Itu langkah praktis yang paling sering kulakukan.

Ada juga aspek penerimaan: ketika sesuatu nggak bisa diubah, aku memilih menerima dan mengalihkan energi ke hal yang bisa aku kontrol. Buku seperti 'The Subtle Art of Not Giving a F*ck' pernah ngebantu aku merangkai konsep ini, tapi intinya sederhana—pilih perjuanganmu sendiri. Kalau aku lagi capek, aku ingat bahwa batasan itu sehat, dan kadang cuek adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Akhirnya, 'bodo amat' buatku jadi aksi kecil sehari-hari, bukan slogan kosong. Itu terasa lega—dan jujur, lebih bahagia.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status