LETUP
Suara gelak pelan lekas terdengar segera setelah gadis itu memandangi ujung sepatunya sendiri.
“Sori kalau dari kemarin lo nganggep tingkah gue creepy,” Fano berujar tenang. “Abis reaksi lo lucu, jadi gue gatel aja pengen jahilin.”
Kaila menggelengkan kepala, benaknya tengah mencari cara agar bisa segera melarikan diri dari tempat ini dengan senatural mungkin. Ia tidak ingin mengambil risiko dibuntuti oleh lelaki asing yang sok akrab ini. Apa saja mungkin terjadi, kan? Jadi, sembari menolehkan kepala pada Fano, gadis itu berujar sinis,
Hot Chapters