Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

keluhku sambil berpegangan pada bahunya. "Nggak apa-apa. Senderan aja ke aku. Kita jalan pelan-pelan ke teras," balas Shella sambil melingkarkan tangan kirinya ke pinggangku. Aku menunduk, melihat kaki Shella yang mengenakan sepatu sneakers putih bermerek mahal itu kini tenggelam dalam lumpur tanah liat yang becek dan kotor. Sepatu yang harganya mungkin bisa buat makan satu kampung itu kini berubah warna menjadi cokelat kusam, tapi Shella sama sekali tidak melihat ke bawah atau mengeluh jijik.
9.31.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.9K kali sebagai sepatu lumpur sawah
Tampilkan Ulasan (58)
Baca
+Pustaka
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Ia menyorotkan senternya sedikit lebih jauh ke arah jalan setapak. Di sana, terdapat jejak sepatu bot besar yang tercetak dangkal di atas genangan lumpur, jejak yang sangat familiar baginya. Jejak itu tidak mengarah ke tembok, melainkan memutar kembali ke arah area dalam rumah.
1045.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 998 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

Apakah ini bawaan bayi? Kakiku yang hanya memakai sandal capit melangkah perlahan. Menyusuri jalanan kecil yang menghubungkanku dengan area pesawahan. Akhirnya aku tiba. Meski terik, tapi semilir angin bercampur wangi lumpur sawah dan padi yang mulai menguning membuat hati ini tetap terasa damai. Dalam beberapa petak terlihat para petani yang tengah sibuk memotong padi. Sudah musim panen rupanya.
9.7330.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Sepatu kainnya langsung kotor terkena lumpur. Di sana, sumur tua berdiri di tengah semak-semak. Batu-batunya retak, ditumbuhi lumut. Air di dalamnya hitam, permukaannya nyaris tak beriak meski angin bertiup. Raka menunduk, memperhatikan tanah di sekitar bibir sumur. Ada bekas tapak kaki samar, kecil, seperti milik perempuan. Saat ia hendak mengintip ke dalam, suara serak terdengar di belakangnya. “Jangan dekat-dekat, Nak.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Ketika Laranganku Menjadi Motivasi Untuk Menyakitiku

Ketika Laranganku Menjadi Motivasi Untuk Menyakitiku

Butiran hujan besar menghantam tubuhnya hingga seluruh tubuhnya basah kuyup dalam waktu singkat. Dia tidak berani kembali. Raphael selalu menepati apa yang dikatakannya. Kalau dia tidak menemukan Boba, pria itu benar-benar tidak akan mengizinkannya masuk ke rumah. Sepatu hak tingginya membuatnya sulit melangkah di jalan yang berlumpur. Hak sepatunya berkali-kali terjebak di dalam lumpur. Akhirnya, dia melepas sepatu itu dan berjalan tanpa alas kaki.
13.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Tabib Desa, Pemikat Para Pria

Tabib Desa, Pemikat Para Pria

Ujung sepatunya terasa mengganjal sesuatu di bawah lumpur. Ia membeku. Perlahan, ia berlutut dan menunduk. Jemarinya meraba permukaan tanah yang tidak rata—ada satu bagian yang sedikit menggembung, lebih padat dari sekelilingnya. "Apa yang tersembunyi di sini…?" gumamnya pelan.
443 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Siasat Sang Penguasa

Siasat Sang Penguasa

Namun lemparannya meleset, sehingga hanya menyebabkan goresan di pipi berkumis Huli. Dan batu yang di lemparkannya tadi jatuh tenggelam ke dalam undakan lumpur di belakang Huli. Tunggu dulu!, Ada yang aneh dari lumpur itu daya serap batunya terlalu cepat. Jika pemikiran Rahardian benar itu bukan lumpur biasa, dia adalah lumpur hisap!.
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Gara-gara Sapu Ijuk ?

Gara-gara Sapu Ijuk ?

Mereka bertatapan. "Gara-gara sapu ijuk ...." ujar mereka bersama. 🧹🧹🧹 Wanita itu melangkah pasti menyusuri lorong kampus Universitas Widya Mandira, salah satu universitas swasta terbaik di kota Kupang. Hentakan lembut tapi berirama yang diciptakan pantofel hitam 5 cm, membuat setiap mata yang sedang sibuk, refleks menatapnya.
9.910.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Eichi
ternyata kalau dilihat grupnya si alf ini komplit ya dengan karakter mereka masing-masing. merlin si mulut pedas, diego si playboy, ellen tomboi, willy baperan, alf ceria, jessy rada polos, ibu nover si tukang marah. keren kakak!
Arien Adjah
Ga nyangka baca2 eh udah tamat, kak bikin season 2 dong, jujur aku paling suka sama alf waktu nembak inn, aku jacob alfred suka sama Christiani dewi, aw aw, eh inn oame marah-marah ngomongin si alf pantas jadi bapaknya anaknya karlinda, wkwkwkwkkw, lanjuuutttkan karya berikutnya kak 👍❤️❤️❤️
Baca Semua Ulasan
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Kebenaran itu seperti lumpur sawah, lengket dan susah dilupain.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Pagi di Sidomulyo terasa berat. Rumah kayu keluarga Ardi Santoso berdiri di pinggir sawah, atapnya bocor di sudut. Bau tanah basah dan daun pisang menyelimuti udara. Ardi duduk di beranda, memandang sawah yang dulu milik keluarganya. Tanah itu dirampas, dan gue baru tahu siapa dalangnya, pikirnya, amarah membakar dadanya.
808 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Aku menunjuk ke jalan yang di ujung sebelah sana. Jalanan beraspal yang tak begitu besar hanya cukup di lewati sepeda motor. Sedangkan jalanan tepi sawah banyak jalan berlumpur di pematang sawah. "Jauh kak kalau lewat sana harus muter, makin lama. Kalau lewat sini kan bisa motong jalan. Kami sudah biasa kok dengan lumpur. Sepatu kami bungkus ada di tas," sahut anak dengan postur paling tinggi salah satu dari mereka.
843.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 951 kali sebagai sepatu lumpur sawah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status