Tiga Mayat Satu Takdir
Lendir itu berhenti beberapa meter dari mereka, bentuknya bergoyang pelan, seolah penasaran dengan kemunculan kelompok itu.
"Apa itu?" bisik Murphy, pedangnya terangkat dengan energi emas yang berkedip, matanya penuh kewaspadaan.
Tapi sebelum mereka bisa bereaksi, suara geraman rendah bergema dari lorong kanan, dan **serigala jadian** muncul—tubuhnya besar dan berotot, bulu hitamnya kusut dan penuh bekas luka, matanya kuning menyala dengan ekspresi serakah yang mengerikan. Taringnya berkilau di bawah cahaya samar, dan air liurnya menetes ke lantai dengan bunyi kecil yang menjijikkan, seolah ia sudah lama tak melahap daging.
Bab Populer