Cinta Yang Terlambat Bersinar
Bahkan tidak terdengar sedikit pun kebencian dari kalimatnya.
Nada bicaranya yang datar justru terasa sangat menusuk, karena di sanalah kebenaran itu benar-benar terasa.
Jack, sudahlah, kamu dan dia sudah tak mungkin lagi.
“Brak!”
Alat perekam di tangannya dibanting keras ke lantai.
Matanya memerah, dadanya sesak, napasnya terengah-engah.
Asisten yang mendengar suara gaduh, buru-buru masuk dan langsung kaget.