Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Lebih seperti ruang yang terlalu penuh oleh pikiran. Kiara akhirnya berbicara tanpa mengalihkan pandangan dari layar. "Obat ini tidak masuk akal." Elvano mengangkat kepala sedikit. "Yang mana?" Kiara memperbesar salah satu catatan medis lama. "Sedatif ini." Jarinya menunjuk deretan kode kecil di layar. "Dosisnya terlalu tinggi untuk pasien dengan kondisi seperti ayahku."
519 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as setir
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

“Saya buatin teh dulu ya, Nyonya. Biar pikiran anda agak tenang.” Begitu Sari keluar, Gita ngambil lagi liontin itu. Ia perhatikan ukirannya: ada simbol kecil di tengahnya, mirip lambang kerajaan, tapi dengan satu garis tambahan di bawah. Sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as setir
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

Jelas dia berusaha menetralkan ketegangan di otaknya. Beberapa saat kemudian terlihat Zimat datang membawa tikar. Di belakangnya Safawi mengikutinya membawa nampan. Lalu mereka menggelar tikar di bawah pohon mangga dan menghidangkan apa yang dibawanya. Kopi dan ketela rebus, aroma kopi masuk ke hidung Satyo, tapi ia hanya diam. Dia percaya penuh kepada bendoronya. Tidak mungkin orang yang telah menyelamatkan nyawanya dari penyakit gula yang telah menggerogoti tubuhnya, akan mengikatnya kalau tidak untuk keselamatan dirinya. Meski harus diakui, dia seperti sedang menyerahkan kematiannya pada bendoronya. Saat waktu maghreeb tiba, secara bergantian mereka shalat di situ. Begitu pun dengan waktu
104.4K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as setir
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Magnet yang menjadi hiasan gelang itu menempel dan membentuk sebuah huruf T yang berarti inisial Tisha. Yura menunduk dan mengangguk sedikit. Ia berpikir di benaknya. Tuhan telah menetapkan takdir ini, pertemuan antara dirinya dan Tisha. Tiba tiba Tisha menatap tangannya dan gelang yang sedang menempel kemudian secara tiba tiba menatap wajah Yura dan membuat Yura kaget. Kemudian dengan gerakan cepat ia meraih tangan Yura dan memperhatikan gelang yang ada di tangan Yura. “Sama! Ini sama, kembar! Waahh sama! Mama buat sendiri ini! Mama! Mama!” ucap Tisha namun saat bibirnya menyebut Mama matanya malah berkaca kaca.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as setir
Read
+Library
RETAK

RETAK

Lalu Sebastian pamit setelah menaruh lima lembar uang merah di atas meja. Vitaloka menatap punggung atletis Sebastian yang menjauh hingga keluar dari kafe. Membuka layar gawai, menatap foto yang tadi dia kirim. Entah mengapa gaya rambut dan warna rambut perempuan itu sangat mirip dengan orang yang selalu memberi kata-kata semangat dan ucapan berupa godaan untuknya serta Sebastian. "Kenapa aku merasa perempuan ini mirip dengan Nesya adikku?"
103.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as setir
Read
+Library
Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia

Ketika pria paruh baya itu menghentikan penawarannya, buah ajaib itu secara natural menjadi milik Tyr. Kakak Seth mengacungkan jempolnya kepada Tyr dan berkata, “Aku belum pernah melihat seseorang yang begitu muda namun murah hati dengan pengeluaran mereka. Benteng Kald tidak boleh tertipu, temanku. Konsekuensinya akan sangat mengerikan jika kau tidak dapat memberikan uangnya.” Tyr hanya tertawa dan mengeluarkan kartu hitamnya, menyerahkannya kepada Kakak Seth. “Enam delapan, itu nomer sandinya. Aku akan menunggu kepalamu dengan buah ajaib setelah transaksi ini selesai.
8.81.9M viewsCompletedAdded to Library 66.1K Times as setir
Show Reviews (275)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
Tuan, Kau Sudah Berjanji Menjagaku

Tuan, Kau Sudah Berjanji Menjagaku

Ruangan seketika berubah hening, Rein telah pergi keluar menemui Sarah untuk menyiapkan pesta pernikahan Hvitserk dan Erika. “Serum dari darah Zetha akan menstimulasi sistem sarafmu secara ekstrem,” lanjut Dimitri, suaranya rendah namun stabil, “Dan serum penetral dari darah Sky akan menyeimbangkan reaksinya. Keduanya harus diberikan berurutan.” Hvitserk mengangguk, “Ya, aku siap. Ia menatap Dimitri dengan tenang, “Terima kasih, Kak Dimi.”
104.3K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as setir
Read
+Library
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

suara Sasi Kirana lembut tapi dingin, “benarkah yang mereka katakan ini?” “Hamba tidak berkhianat, Gusti,” jawab Seta perlahan. “Hamba mendapati mereka berdua tengah meneteskan cairan beracun ke dalam madu untuk upacara besok pagi. Cairan ini—” ia menunduk sedikit, memperlihatkan botol kecil itu kepada permaisuri—“mengandung racun yang cukup untuk membuat orang jatuh sakit berat. Mungkin itulah yang dimaksud mereka dengan ‘titah’.”
103.3K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as setir
Read
+Library
Mr. Wolfy and His Siren Mate (INDONESIA)

Mr. Wolfy and His Siren Mate (INDONESIA)

“Lihat kehebatan aku, Elder. Ini untukmu!” Ronan berlari melesat di antara garpu-garpu petir yang menyambar daratan, dia mengeluarkan belati perak dari balik jaketnya. Terus berlari tiada gentar menerobos apa pun hingga satu waktu dia melompat ke atas, menyerang Seth dari depan; menerkam Seth menggunakan belati perak yang langsung menembus bahunya.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 228 Times as setir
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

ketus Varo, ucapannya membuat Meera merasa menjadi orang yang sangat tak berguna saat ini. “Sini, Meera, biar gue yang kasih tahu salahnya di mana. Lo cukup ketik ulang, kurangin dan tambahin bagian yang gue stabillo ya.” Zayn melambaikan tangannya meminta Nameera mendekat, namun karena menjaga wudhu, Meera berdiri dengan tetap memberi jarak dan memperhatikan dengan baik apa yang diinstruksikan oleh Zayn.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as setir
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status