Setitik Nila
tanya Gavin.
“Cukup aku,” ucap Kirana tegas, tanpa mau berkompromi.
“Apa kata besan, kalau kita nggak ada di sana sama-sama?” Gavin jadi merasa gugup sendiri saat menghadapi Kirana yang dingin seperti ini. Sangat jauh berbeda dengan Kirana yang ia kenal berpuluh tahun yang lalu. “Irsyad dan Atika memang temanku, tapi mereka juga jadi besanmu nantinya. Mereka tahu kita orang tua Nila, jadi, rasanya nggak nyaman kalau mereka melihat kita berjauhan di hari bahagianya Nila.”
Hot Chapters