Kawin Sama Mantan
Sia bukan sekadar menghancurkan lawan, dia membiarkan lawan-lawannya menghancurkan diri mereka sendiri dengan keserakahan mereka sebagai bahan bakar utama.
"Kau benar-benar melakukannya, Sia." Adrian berbisik pelan, suaranya bergetar karena ngeri sekaligus kagum yang menyesakkan. Sia tidak menjawab, ia hanya menyunggingkan senyum tipisnya kembali, senyum yang Adrian artikan begitu kejam.