Jimat Tali Mayat
“Dari mana, Mbah? Saya perhatiin tadi, Mbah kayak lagi mikirin sesuatu. Makanya saya sapa, khawatir titajong[4] aja, Mbah. He-he.”
“Kamu ini ....” gumam Mbah Jarwo. Untuk beberapa saat sosok tua ini hanya memandangi Sarkim sedemikian rupa. Sampai akhirnya, lelaki muda tersebut jadi salah tingkah dan berpikir aneh. “Maaf, Mbah, saya ini laki-laki tulen. Asli.”
“Terus ... maksudmu apa?”
“Yaaa ... gak apa-apa, Mbah. Cuman ....” Sarkim merasa serba salah. “Cuman gak apa-apa juga, Mbah. He-he.”
Bab Populer