Once then Forever
Setiap mengingat bagaimana dengan mudahnya ia menyerahkan diri, Sera selalu ingin muntah dan menangis.
Benci. Sudah ribuan kali ia memaki diri sendiri. Selalu berusaha melupakan peristiwa menjijikan itu. Namun, selalu gagal. Lalu, sekarang, haruskah orang itu muncul di sini, di hadapannya?
"Ini rumahku. Mulai kemarin malam, aku tinggal di sini."
Berharap itu hanya khayalan dan kebohongan, pagi ini, setelah turun ke lantai satu, Sera kembali mendengar kalimat itu. Kali ini dari Mirna.