Ada sesuatu yang menggelitik di pikiran setiap kali mendengar kalimat 'we live for ourselves not for others'. Ini bukan sekadar slogan egois, tapi lebih seperti pengingat bahwa kita punya hak untuk menentukan jalan hidup. Dulu aku sering terjebak memenuhi ekspektasi orang tua sampai lupa apa yang benar-benar membuat hati senang. Baru setelah menonton film 'Dead Poets Society', aku paham betapa pentingnya punya keberanian mengejar passion sendiri.
Tapi ini bukan berarti kita jadi individualis ekstrem. Justru dengan memahami diri sendiri, kita bisa memberi kontribusi lebih tulus untuk sekitar. Mirip seperti karakter utama di novel 'Eleanor Oliphant is Completely Fine' yang belajar mencintai diri sebelum bisa mencintai orang lain.