Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Beautiful Sin

Beautiful Sin

suara seorang pria tiba-tiba berada di tengah pembicaraan mereka. "Siapa kau?" tanya seorang di antara mereka sinis dan dingin. Tangan wanita yang berkata sinis terhadap laki-laki itu ditarik oleh temannya yang lain, "Jangan macam-macam! Apa kau tak tahu siapa dia? Dia itu 'kan Richard Lexi, cassanova negeri ini," jelas dan bisik-bisik temannya.
9.911.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 284 Beses bilang sinners
Read
+Library
Revenge

Revenge

" Luruh sudah air mata Suli ketika dia menceritakan apa yang menimpa dirinya. Begitupun Gladys, kedua pipinya basah oleh air mata. Rahangnya mengeras, menahan amarah. "Benar-benar biadab, mereka tidak layak di sebut manusia!" desis Gladys. "Apa yang akan kamu lakukan setelah ini, Gladys?" tanya Suli. "Aku akan membuat perhitungan dengan mereka." Kembali Gladys mendesis. "Biarkan aku membantumu, Gladys. Kumohon ...." "Kita lihat, apa yang bisa kita lakukan bersama Suli." ***
108.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 227 Beses bilang sinners
Read
+Library
Sad Boy

Sad Boy

Lowey, mereka benar-benar tak tahu bagaimana wajah ketua Besar. Jaringan hitam sendiri melakukan misi, pembunuhan, pencurian benda berharga langka, pengedar narkoba dan penjualan gadis-gadis belia. Jaringan ini sangatlah kotor, tapi Nalan tak mau berpastisipasi dalam penjualan gadis belia dan pengedar narkoba. Dia hanya akan menerima misi pencurian dan pembunuhan, ia pun selalu mendapat tugas membunuh dari Mr. Lowey.
Sikat na Kabanata
106.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 133 Beses bilang sinners
Read
+Library
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

“Ya Allah… ampuni segala dosaku. Apakah aku salah menikah dengan Galuh? Apakah ini balasan untuk masa laluku yang kelam? Balasan karena aku pernah menjadi perempuan yang hina, yang jauh dari jalan-Mu?” Suara Ratri bergetar, namun ia terus berdoa, membiarkan air matanya mengalir. “Ya Allah, ujian ini sungguh berat… tapi aku tidak akan menyerah. Jika ini adalah jalan penebusan dosa untuk hamba-Mu yang kotor ini, aku akan menerimanya. Berikan aku kekuatan… jangan biarkan aku terjerumus lagi… tuntun aku menuju ridha-Mu.”
722 viewsOngoingIdinagdag sa Library 24 Beses bilang sinners
Read
+Library
Little Seducer

Little Seducer

Dengan suka rela mencicipi pahitnya ditolak karena statusnya, anak haram tanpa ayah. Yang membuatnya tertawa adalah, takdir pahit ini, sungguh kejam Tuhan membuatnya menjalani ini dua kali. Belum puas kah Tuhan menghukumnya? Orang bilang Tuhan maha pengasih, tapi kenapa Dia terus mengganjar Rosie atas kesalahan yang begitu dia sesali. Malam-malam yang dia habiskan dengan isak tangis tertahan supaya Ibunya tidak tahu. Tidur dengan mimpi buruk. Perasaan bersalah, rendah diri, kotor, hina dan gelisah. Belum cukupkah itu semua untuk menebus dosanya?
9.814.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 290 Beses bilang sinners
Read
+Library
REINKARNASI

REINKARNASI

Dan setelah tol ini, barulah mereka akan sampai di apartemen milih Genta. “Oh ya, Kak. Ngomong-ngomong, jika ternyata Sang Iblis telah salah korban, yaitu menumbalkan seorang transgender, memangnya apa nanti efeknya? Apakah Sang Iblis tetap akan mendapatkan kekuatan dan keabadian, atau malah sebaliknya?” Inilah pertanyaan yang sedari tadi membuat Segara penasaran. Dia ingin tahu hal ini!
9.947.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 939 Beses bilang sinners
Ipakita ang mga Review (71)
Read
+Library
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Basahin ang Lahat ng Review
SINNER

SINNER

Suasana dingin menyelimuti sekitar. Ruangan itu berisikan tiga belas orang; Ramsey Adolph, Paula Rinehart, Jeremy Rinehart, Aleen Rinehart, Nane Adolph, Roger Rinehart, Ronald Adolph, Diana Adolph, James Taylor, Darla Taylor, Lapa Brown, Elane Barnez, dan Simon Barnez. Meja yang melingkar tak berujung membuat mereka saling berhadapan. Sinar matahari yang tertutup tirai dan hanya menyisakan sedikit cahaya masuk, membuat pencahayaan ruangan itu remang.
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 73 Beses bilang sinners
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

“Tapi, bagaimana jika Anda melihatku dari sisi lain, Tuan Sener? Malam ini kita sudah mengubah status tersebut menjadi partner ranjang, bukan?” Sorot manik coklat dan hazel Emine tertaut. Perempuan Turki dengan kulit tubuh putihnya, kian selaras memancarkan binaran di balik manik tersebut. Tidak ada raut sedih dan frustrasi seperti yang dirasakan Can malam ini. “Aku sudah menyerahkan keperawananku untuk seorang pria beristri. Bukankah itu hal yang sangat menyenangkan? Atau Anda tidak tertarik dengan tubuhku, Tuan?”
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang sinners
Read
+Library
Antara Cinta dan Misi Sang Assassin

Antara Cinta dan Misi Sang Assassin

Dunia yang diisi dengan manusia yang hidup berdampingan dengan darah dan menormalisasikan sebuah tindakan kriminal, terlepas dari itu semua orang-orang yang menekuni dunia bawah memiliki satu kesamaan yaitu keserakahan dan sangat mementingkan uang diatas segalanya. The Black Shadows adalah organisasi pembunuh bayaran yang sangat terkenal sejak beberapa puluh tahun yang lalu, organisasi yang menjalani bisnis gelap yang anggotanya sangat mahir serta teroganisir dan menguasai bidangnya masing-masing.
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang sinners
Read
+Library
Shadow Rebellion

Shadow Rebellion

Tangan kirinya memegang secangkir anggur merah, sementara tangan kanannya bermain dengan cincin perak di jarinya. “Kita tidak perlu melakukan apa-apa,” katanya dengan suara rendah, hampir berbisik, namun penuh dengan keyakinan. “Lihat bagaimana mereka menghancurkan diri sendiri.” Sebuah tawa kecil terdengar dari sudut ruangan yang lain. Seorang wanita dengan rambut hitam panjang, mengenakan mantel hitam panjang, melangkah mendekat. “Manusia memang selalu menjadi musuh terburuk bagi diri mereka sendiri,” katanya sambil menatap layar yang menampilkan Rey dan Sophia berjalan menjauh dari Alan. “Semakin kita mendorong mereka, semakin dalam retakan itu terbentuk.”
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang sinners
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status