Mari kembali ke Masa Lalu
bentak Arindha.
Rico mulai berdiri dan membantu Arindha berdiri. “Maaf, tadi kelilipen,” ucap Rico singkat.
“Untung aku gak papa,” kata Arindha sambil membersihkan sikunya yang kotor.
Rico sibuk mengusap matanya yang berair. Seketika itu, Arindha jinjit mendekati muka Rico, dia meniup mata Rico dengan hati-hati. Rico hanya terdiam melihat Arindha yang dekat dengan wajahnya. Rico tersipu, pipinya memerah seperti tomat matang. Saat itu, Rico menyadari bahwa dia memiliki rasa untuk Arindha, bukan sahabat, melainkan cinta. Rico tetap berdiri tegak menatap wajah Arindha, tak bisa berkata apapun kecuali memberikan simpulan senyum pertanda rasa terima kasihnya.
Sikat na Kabanata