Sketsa Hujan
Bukan karena marah yang meledak, melainkan karena ia merasa sedang menjaga sisa-sisa martabatnya yang masih ada.
"Aksa, kamu terlihat... berbeda," ujar Pak Danu, pemilik galeri kecil tempat Aksara sering memamerkan karyanya. "Sketsamu belakangan ini kehilangan detailnya, tapi entah kenapa terasa lebih berat."
Aksara menatap kanvas besar di hadapannya. "Mungkin karena saya berhenti mencoba menjelaskan semuanya melalui gambar, Pak. Saya hanya ingin merekam apa yang hilang."