Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dijodohkan dengan Bos Super Galak

Dijodohkan dengan Bos Super Galak

Mbak Marni tidur di kamar tamu, karena mereka tidak pernah terima tamu. Sinar selalu menang jika ada perlombaan menggambar yang diadakan sekolah, baru-baru ini dia mendapatkan juara satu membuat sketsa dengan judul, “ Lelaki tampan impianku.” Sketsa lelaki tampan yang menatap jauh ke depan memikirkan sesuatu berhasil membuat para juri takjub, goresan garis konstruksi kedua bagian wajah terlihat sama. Telinga dan hidung tepat pada tempatnya. Menunjukkan bahwa sketsa gambar seorang yang mempunyai karakter kuat. “ Apakah sketsa wajah ayahnya? “ tanya juri kepada Ghea yang mendampingi Ghea mengikuti lomba melukis wajah.
15.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam Itu

Rahasia Malam Itu

Lalu perlahan, bocah itu bangkit… berjalan mendekat… Dan dengan cekatan ia mengambil sesuatu dari meja kecilnya. Terlihat sebuah gambar. Yang dilukis menggunakan kertas HVS kumal dengan tiga figur stickman besar—yang tengah perempuan dengan rambut panjang (jelas Anetta), yang kecil adalah Dion, dan yang terakhir… laki-laki tinggi dengan rambut hitam, plus bermata amber. Deg! Dan gambar itu sukses membuat hati Anthony berdetak lebih cepat dari seharusnya.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

] Riri menunggu beberapa detik, sebelum sebuah gambar masuk ke dalam chat. Dan saat ia melihatnya, napasnya tercekat. Itu adalah sketsa yang sangat familiar. Sebuah gambar dirinya… sedang tersenyum sambil menggenggam tangan Juna. Seketika, tubuh Riri menegang. Juna pernah menggambar ini—dan sekarang, Setya melihatnya. [Gimana, Ri. Lu mau nemenin gua kan?] Riri kembali mengetik, membalas pesan.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Awas kalau nanti ketemu bakal jadi ayam geprek dia (paling omong doang). Aku memandangi lukisanku, seorang anak perempuan kecil dengan gaun plokadot merah terlihat lahap memakan awan besar yang ia duduki, ditambah pelangi diatasnya. Kurasa lukisanku biasa aja, enggak ada yang aneh atau lucu. Lalu kenapa si Oja ketawa? 
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
CEO Itu Mantan Ketua Osisku

CEO Itu Mantan Ketua Osisku

Dengan hati-hati Satria mengambil kertas itu untuk melihatnya. Ternyata ada sketsa wajah seorang anak kecil yang belum jadi. Satria sedikit mengernyit. Setelah dilihat-lihat, dia merasa wajah yang digambar Nara seperti familiar. Tapi dia tidak dapat mengingat wajah siapa itu. "Siapa ya? Kayak pernah liat," gumam Satria. Saat Satria sedang serius melihat sketsa wajah itu, tiba-tiba suara keras mengejutkannya.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Istri yang Kabur di Malam Pertama

Istri yang Kabur di Malam Pertama

Merasa tersanjung, Gita mengambilkan kue brownis buatannya beserta segelas air minum. "Ini hadiahnya untuk sketsa buatanmu." Lintang hanya bisa tersenyum malu menahan tawanya. "Kenapa kamu cekikikan begitu, Lin?" tanya Gita heran. "Maaf Bu Anggi, sebenarnya itu bukan gambaran saya." "Apa? Lalu siapa yang menggambar?" "Itu ada tulisan di bawahnya. Ibu lihat saja!" Gita melihat tulisan di bagian bawah,
10157.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Kalau kau mau sejarah hidup, Bumi, kau harus mulai membayangkan gambar dan suara, bukan cuma kata-kata.” Ia menunjuk dinding penuh storyboard dan mood board. Di situ tergantung potret Dyah Pitaloka — sketsa kasar dengan baju putih dan sanggul sederhana. Di bawahnya: skema pasukan Majapahit, formasi pasukan Sunda, detail medan Bubat.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu

Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu

Matanya menyisir setiap figura dan berhenti pada sesuatu yang tidak asing. Sebuah figura dengan bingkai berwarna hitam. Di sana ada hasil gambar yang tidak bisa ia sebut bagus karena bentuknya tidak sepenuhnya jelas. Gambar yang merujuk pada sosok seseorang, seorang pria lebih tepatnya. Digambar dengan mengenakan jas, berdiri membawa boneka kelinci. Boneka kelinci yang hingga hari ini Samantha simpan di dalam kamarnya.
9.535.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 987 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

​Damian merobek amplop itu. ​Isinya adalah sebuah majalah arsitektur internasional edisi terbaru. ​Dan sebuah sketsa tangan. Sketsa kasar, digambar dengan garis-garis yang sedikit gemetar, seolah digambar oleh tangan yang tidak stabil. ​Sketsa itu menggambarkan sebuah rumah kaca kecil di tengah kebun bunga. Sederhana, tapi indah. ​Di bawahnya ada tulisan cakar ayam:
10952 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Anaknya Kau Sayang, Anakku Tak Diinginkan

Anaknya Kau Sayang, Anakku Tak Diinginkan

ucap Asyif. Keduanya sedang berkompetisi kecil-kecilan dalam hal membuat gambar anime. Objek yang menjadi tema gambar mereka adalah politisi dan tokoh masyarakat yang digambar dalam bentuk animasi. Asyif sedang menggambar seorang koruptor di Jepang dengan ekor di belakangnya dan juga berpakaian wanita. "Cepat robek itu! Jangan sampai ada yang melihatnya. Nanti kita bisa bermasalah kalau sampai seseorang melaporkannya," bisik Haruka.
1049.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai sketsa gambar minato
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status