Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Pesona Papi Gula

Terjebak Pesona Papi Gula

Si gadis hanya mendecak sebal tidak memberikan respon kata kecuali terus sibuk sendiri dengan kegiatannya. “Apa yang sedang kau kerjakan sih? Kau bahkan tidak melirikku sama sekali,” tuntut Levin sedikit sebal lantaran tidak diacuhkan oleh Lizzie yang biasanya selalu memberikan atensi penuh. Lizzie menyela pergerakan tangannya untuk menunjukan buku sketsa yang masih berisi coretan yang belum terbentuk sempurna ke depan muka pemuda itu. “Perintahnya adalah junkyard critter. Jadi yang bisa aku pikirkan untuk memenuhi prompt itu hanyalah sebatas objek benda lama yang digabungkan untuk menjadi sebuah mahluk hidup. Mungkin clusterfuck robot.”
89.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Setelah Tiga Tahun Berpisah

Setelah Tiga Tahun Berpisah

tanya Raka. "Hemmm apa ya? Kartun ada?" tanya Celine penasaran. "Ada dong, ada film kartun lucu seperti Petualangan Si Gajah Pink, atau Misi Rahasia Si Kucing Berbulu,” jawab Raka sambil tersenyum, matanya melirik ke arah kaca spion untuk melihat reaksi Celine.
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 952 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

lanjut Elena pelan, “dan kau tidak menjadi bagian dari itu… apakah kau siap untuk melepaskannya sepenuhnya?” Reyan diam. Karena jawaban itu belum bisa ia ucapkan. Terlalu perih untuk disebut. Terlalu nyata untuk diingkari. ** Di galeri, Lucas menyerahkan sketsa kasar kepada Jasmin. Tangan mereka tak sengaja bersentuhan. Tapi kali ini, Jasmin tidak menariknya buru-buru. “Aku suka konsep ini,” katanya sambil menunjuk siluet perempuan di tengah lukisan.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Menikahi Teman Gadis Putraku

Menikahi Teman Gadis Putraku

kata Ibu Olivia. Bunyi suara pintu tertutup kala wanita tersebut ke luar ruang kerja. Stela kembali duduk manis, baru ia merasa nyeri yang masih tersisa di bawah sana. Pinggangnya juga masih terasa sedikit sakit. Stela menghela napas panjang, berusaha fokus, dia mengambil pensil di tempatnya. Untuk kemudian mulai menggambar sketsa komik.
9.8477.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.8K kali sebagai sketsa komik lucu
Tampilkan Ulasan (97)
Baca
+Pustaka
KarRa
Assalamu'alaikum, hola D'Lovely KarRa, terkhusus sahabat penulis, dilarang spam komentar PROMOSI dalam bentuk apa pun ya, yuks jaga sopan santun dengan saling menghargai, komentar sesuai isi cerita yang kalian baca ......
Kiki Sulandari
Stella menjadi wanita pemberani Stella mengancam pria yg telak menyentuhnya dengan cairan yg telahdia suntikkan ke tubuh pria itu Apakah pria itu akan menepati janjinya? Dapatkah Stella membujuk old Marvel untuk melepaskan mereka bertiga?
Baca Semua Ulasan
Teman tapi Khilaf

Teman tapi Khilaf

Saga pun mengangguk-angguk paham. “Lagian kisahnya nggak mirip. Aku nggak se-kurang kerjaan itu buat mengingat skandal sialan kalau kamu bilang. Dan kenapa tadi aku senyam-senyum? Karena memang refleks terbawa perasaan. Ini romantis komedi,” lanjut Gisca. “Kamu mau aku meminta penulisnya menuliskan kisah tentangmu?” tawar Saga bercanda.
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 923 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Noah merasa familiar dengan sosok dalam foto itu, tapi gambarnya sudah mulai kabur. Karena rasa penasaran nya, Noah meraih pigura itu, tapi tangannya belum sampai, Sky tiba-tiba saja berseru keras. “Bang Noah!” Noah sampai hampir terlonjak. “Kenapa?” tanyanya sambil mengelus dada. Sky buru-buru nyengir. Ada gurat panik di wajahnya. “Itu… anu… gue punya komik yang kayaknya lo bakal suka. Di bawah meja tuh, tumpukan atas.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Tian hanya geleng-geleng saja, dan mereka bertiga tertawa. Guru lukis mereka sudah masuk ke kelas, Vania dan Ara kembali ke tempat duduk mereka, dan kelas pun dimulai. Tema melukis hari ini adalah ‘hubungan manusia dengan alam sekitarnya’, mereka bebas melukis apa saja asalkan sesuai dengan tema yang diberikan. Setelah dua jam, kelas pun selesai. “Ian lo pulang sendiri nggak apa-apa kan?” Raina merapihkan barang-barang nya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Lukisan bertajuk 'Sketsa Hujan dan Jejak Kehilangan' menjadi primadona. Di sana, Aksara menggambarkan kursi bandara dengan teknik chiaroscuro yang tajam—kontras antara cahaya lampu bandara yang dingin dan kegelapan di luar jendela yang dihantam hujan. Banyak pengunjung berdiri lama di depannya, beberapa tampak menyeka sudut mata, merasakan kesepian yang berteriak dari balik kanvas itu. "Kamu berhasil, Aksa. Kamu tidak hanya menggambar benda, kamu menggambar perasaan yang ditinggalkan," puji Pak Danu sambil menepuk bahu Aksara.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Aku juga punya barang-barang yang tidak mau dilihat orang lain. Kau juga punya. Siapa pun juga punya. Apalagi kalau ke lawan jenis.” Tetap saja. Aku sulit mengerti ketika pertama membicarakannya. “Jadi kenapa kau memaksanya memanggil?” tanya Lavi. “Em, kalian tahu mengapa aku bisa membuat sketsa sangat mirip?” “Karena kemampuanmu, kan?” jawabku. “Jangan bodoh. Jawabanmu sama seperti kalau aku bertanya bagaimana kau bisa memunculkan kabut. Kau pasti jawab karena kemampuanmu.”
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Callista masih berada di bawah selimut, matanya menatap ke arah meja yang kini bersih dari tumpukan kertas. Hanya ada satu benda yang tertinggal di sana—sketsa logo yang ia buat sambil iseng beberapa hari lalu. “Aku nggak nyangka, cuma gambar iseng malah bikin aku semangat,” gumamnya. Adrian menoleh, sudut bibirnya terangkat sedikit. “Karena itu datang dari tanganmu sendiri. Nggak ada orang lain yang nyuruh atau ngatur.”
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai sketsa komik lucu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status