Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pewaris Naga Majapahit

Pewaris Naga Majapahit

kata Jaka Kelud dengan nada datar sambil menatap satpam di depannya. Begitu mendengar perkataan Jaka Kelud, satpam ini tampak merubah sikapnya, kemudian berkata, “Apakah saya boleh melihat kartu pengenal anda?” Jaka Kelud segera mengambil KTP miliknya dari dalam dompet dan menyerahkan kepada satpam di depannya. Satpam itu segera menerima KTP milik Jaka Kelud dan membaca identitasnya, akan tetapi setelah membaca Identitas Jaka Kelud yang tertulis sebagai seorang mahasiswa, seketika itu juga dahinya langsung berkerut.
9.773.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai sketsa pos satpam
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Ceritanya oke thor! Izin promosi novel berjudul "PENDEKAR KAISAR RASKAR" dan "DERITA WAJAH JELEK". Keduanya sudah lebih daripada 50 bab (Updatenya lumayan cepat). Genrenya campuran dengan Romansa, Action, Fantasi Timur, Drama, dan Komedi. Dijamin pasti suka :)
MN Rohmadi
Author Mengucapkan Minal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. jika ada kata-kata dan alur cerita yang kurang berkenan di hati pembaca setia. Author akan berusaha menampilkan cerita-cerita yang menghibur dan enak dibaca. Terimakasih untuk semua pembaca setia karya-karya Author.
Baca Semua Ulasan
Suami Yang Kusangka Satpam Ternyata Bos Besar

Suami Yang Kusangka Satpam Ternyata Bos Besar

balas Seyra mulai jengkel ketika Tania mulai mengolok-olok, menyinggung pekerjaan Regan sebelumnya. "Bukan satpam?" Nada suara Tania terdengar tidak percaya, sekaligus mengejek. "Kalau bukan satpam, apakah sekarang dia beralih menjadi tukang bersih-bersih?" Seyra hanya tersenyum dingin. Dia tahu bahwa Tania hanya mencoba mengintimidasi dan membuatnya terpuruk. Seyra tidak akan membiarkan Tania bersikap seenaknya sendiri. "Semua tebakanmu salah. Karena satpam yang kamu maksud sekarang sudah memiliki jabatan penting di perusahaan," ucapnya asal.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Tangan Dewa Davien: Sang Pewaris Takhta Terlarang

Ia berdiri di dekat pintu, menunggu Maya yang masih menelepon di luar. Hingga akhirnya, seorang satpam bertubuh besar mendekat dengan wajah tidak sabar. “Hei,” katanya dengan nada formal yang terlalu dibuat-buat, “Ini butik premium. Harga satu jas di sini bisa buat bayar sewa apartemen 6 bulan.” Davien menatapnya tenang. “Saya tidak bertanya soal itu.” Satpam itu mendecak pelan. “Maksud saya, kalau cuma mau lihat-lihat atau numpang AC, silakan cari tempat lain. Di depan ada minimarket.”
1016.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
VAMPIRE HANDSOME, MYBOY

VAMPIRE HANDSOME, MYBOY

ucap satpam seraya keluar dari pos lalu mengikuti arah pandangan majikannya. "Bagus. Udah gak begitu bau sekarang," kata wanita separuh abad tersebut sembari mengendus-endus ke udara. "Habis saya semprot pewangi dan kasih kapur barus dalam dus, Nyonya." “Ya, udah. Kami berangkat. Nanti kita ketemu di kantor polisi,” ucap Ny. Anggara. “Baik, Nyonya,” balas satpam tersebut sambil mengangguk.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

ujar satpam satunya lagi, setengah tertawa sinis. Di sudut ruangan, Jelita berdiri manis dengan kopi dingin di tangan, menyaksikan semuanya dari kejauhan. Dengan wajah berpura-pura polos, dia mendekati salah satu satpam dan berbisik, “Kalau tidak jelas, usir saja. Siapa tahu cuma fans berat Om Dewa yang halu...” Security mengangguk dan kembali ke Andini. “Silakan keluar, Mbak. Kalau nggak, terpaksa kami antar keluar.”
1052.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai sketsa pos satpam
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Piemar
Halo, My Lovely Goodreaders, selamat datang di kisah Andini & Dewa ya.. semoga terhibur dengan ceritanya. Kali ini ceritanya tidak melulu tegang, emosional tapi ada humor yang bikin cerita makin seru.
Baca Semua Ulasan
Nafsu Gelap Sang Majikan

Nafsu Gelap Sang Majikan

"Iya Pak, aku juga niat untuk ke rumah ibuku sebentar, aku mau minta izin dulu dengan Tuan Martin, aku juga minta izin kalau Pak Mamat yang anterin." Pak Mamat mengangguk dengan senyum lalu tak lama kemudian Pak Kader membuka pintu dari dalam pos satpam. Pos satpam nya memang dirancang seperti rumah, dengan ruang yang cukup luas untuk tidur dan toilet khusus untuknya. Bisa dibilang sudah terfasilitasi sekali. Pak Kader melihat Pak Mamat sedang berbincang dengan Andira. Pak Kader yang sudah siap dengan seragam satpam miliknya terlihat dia membulatkan matanya dan dengan cepat duduk di samping Pak Mamat.
1059.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

ujar Satria. Kanaya menyipitkan mata, mencoba memastikan. “Oh iya,” katanya sambil membetulkan posisi gendongan Saka. Satria melangkah lebih dulu dan menunjukkan kartu identitasnya. “Pagi, Pak. Saya Satria, ini istri dan anak saya. The Sangsaka’s.” “Oh iya, Pak... sebentar.” Lelaki itu menurunkan kertasnya, lalu memeriksa ponsel. “Saya harus scan bukti booking-nya dulu.”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

SenjaSetrong : Beneran ya Abang nunggunya di pos SATPAM? Pokoknya Abang sama sekali tidak boleh masuk ke ruang periksa ya? Nanti malah gangguin konsentrasi dokter Saka pas meriksa Senja. Janji ya Bang? Janji dulu SE KA RANG!! HallintarSabdaA : Oke oke, Abang tidak akan masuk kesana SEKARANG!Ingat ya, Nja. SEKARANG?!!"
1057.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

kata Satpam itu "Hah ? Kok bisa pak ?" Tanya Rindiani "Coba Mbak lihat jam penutupan pendaftaran di poster itu, di situ di tulis jam terakhir pendaftaran adalah jam 10 pagi mbak, dan sekarang sudah lewat jam 10 pagi mbak," kata satpam itu menjawab pertanyaan Rindiani Rindiani yang mendengar penjelasan satpam itu langsung melihat poster yang sedang ia pegang lalu memindahkan pandangan nya ke arah jam tangannya
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
My Assistant, My Husband

My Assistant, My Husband

Satpam itu sepertinya pergi untuk meminta OB menyampaikan tas kanvas bergambar karakter kartun itu pada orang yang bersangkutan. “Semoga dia tidak marah lagi,” gumam lelaki yang berdiri di depan gedung itu dengan raut sedih. *** “Kau bilang ini dari mana?” Audrey bertanya pada OB yang membawa tas bekal bergambar kartun. “Dari Pak Damar, Bu. Pak satpam bilang, ini biar dikasih ke Bu Audrey saja.”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status