KUNTILANAK MERAH
Seorang pria paruh baya, berkulit sawo matang, tinggi semampai, dengan potongan rambut cepak yang tampak seperti hasil cukur sendiri pakai cermin pecah.
Namanya: Pak Satto.
Pak Satto datang tanpa lamaran, tanpa rekomendasi. Hanya membawa satu kalimat:
> “Saya dengar ada pos angker yang butuh penjaga. Saya mau.”
Desi yang kebetulan lewat sempat nyeletuk ke Raka, “Gua lebih takut sama niatnya daripada hantunya.”
Raka hanya mengangguk, memperhatikan Pak Satto yang menenteng dua benda: satu botol minum berisi cairan hitam pekat, dan satu kantong plastik berisi keris.