TOXIC RELATIONSHIP
"Dia pulang terlambat, di antar oleh Gibran. Sebagai suami wajar aku bertanya kenapa dia terlambat. Namun, pertanyaanku malah membuatnya tersinggung. Ketika aku mengajaknya bercinta, dia terlihat enggan dan tidak antusias melayaniku. Tentu saja hatiku sakit diperlakukan demikian. Makanya, aku maki-maki dia bahkan aku mengancam untuk pergi. Dan Shanum sedikit pun tidak merespon kemarahanku. Bahkan di saat aku pergi dari rumah, tidak ada niatnya menahan langkahku. Bukankah itu artinya dia sudah menutup pintu dan menyuruhku keluar secepat mungkin? Jika itu terjadi, aku tidak akan pernah menyesalinya. Bagaimana pun, kalau suatu hubungan sudah tidak sehat lagi, tidak ada lagi gunanya aku bertahan
Hot Chapters