Godaan Dokter Cantik
Ia sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini, meski kadang tetap saja kepalanya terasa pening menghadapinya.
Sebelum perang dunia benar-benar pecah, Sofia cepat-cepat maju.
“Stop,” katanya sambil mengangkat tangan. “Mas, aku hamil.”
“Ya aku tahu, kan aku yang menghamilinya,” jawab Bima enteng.
Sofia langsung menahan malu. Wajahnya memanas, sementara senyum tipis terpaksa terlukis di bibirnya.
Ia mengusap wajahnya perlahan, menarik napas dalam-dalam—berusaha tetap tenang, tetap kuat, meski godaan untuk menegur suaminya sangat besar.
Chapitres populaires