TWELVE
“Begini, tutup matamu, ucapkan satu orang di dalam hatimu, lalu ucapkan dalam hati permintaan yang ingin terwujud. Misalkan kamu sangat merindukannya seseorang atau apapun…”
Sepertinya Aku mengenal mantra itu, tapi itu tidak mungkin. Suara Reiki menyadarkanku dari lamunan.
“Kamu mendengar intruksiku,” Aku menganguk, “Bagus,” Lanjutnya tersenyum. “Sekarang buka matamu dan arahkan telunjuk pada bintang di atas sana, tulis nama seseorang dengan menyatukan satu bintang ke bintang lainnya, lihat aku.” Reiki mengarahkan telunjuknya menyatukan bintang menjadi sebuah, entah lah aku kurang tahu dia mengerakannya cukup cepat.
Hot Chapters