Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana lagu-lagu menggunakan repetisi kata untuk menciptakan efek emosional. 'Soni soni' dalam konteks lagu ini mengingatkanku pada pola vokal yang sering ditemui di musik tradisional Jepang atau Korea, di mana pengulangan bukan sekadar gaya, tapi cara untuk memperdalam perasaan. Dalam beberapa lagu, pengulangan seperti itu bisa mewakili detak jantung, kecemasan, atau bahkan kegembiraan yang tak terbendung. Aku pernah membaca wawancara seorang komposer yang bilang bahwa kata-kata sederhana yang diulang bisa menjadi mantra pribadi bagi pendengarnya.
Kalau dilihat dari lirik lengkapnya, 'soni soni' mungkin merupakan onomatope atau ekspresi tanpa terjemahan literal—seperti 'la la la' di lagu Barat. Tapi justru di situlah keindahannya: ia membiarkan imajinasi pendengar mengisi maknanya. Aku sendiri sering mengartikannya sebagai bisikan halus atau suara langkah kecil, tergantung mood lagunya. Pernah dengar 'Ddu-du Ddu-du' BLACKPINK? Kadang kata yang diulang justru menjadi identitas lagu itu sendiri.